banner 728x90

Pilkades Matra Rawan Kericuhan

1209 views
banner 728x90
Bupati Matra Agus Ambo Djiwa

Bupati Matra Agus Ambo Djiwa

Katinting.com, Pasangkayu – Usai penetapan calon Kepala Desa (Kades), Pemkab Matra siap-siap menghadapi tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) hingga hari pencoblosan yang dijadwal pada minggu pertama bulan Mei 2016 nanti.

Terkait Pilkades ini Bupati Matra Agus Ambo Djiwa menilai proses demokrasi ditingkat desa tersebut termasuk rawan kericuhan sebab pemilih bersentuhan langsung dengan kandidatnya.

Olehnya, saat ini pihaknya tengah fokus menjalin koodinasi dengan polres Matra terkait pengamanan pilkades ini.Penyiagaan kemanan itu kata dia, untuk mengantisipasi terjadinya kericuhan saat pelaksanaan tahapan, saat hari pencoblosan, maupun hari pasca pencoblosan.

“Jadi saat ini kami memassifkan koordinasi dengan pihak kepolisian terkait pengamanan Pilkades, karena Pilkades ini agak sensitif juga karena bersentuhan langsung dengan pemilihnya. Kami akan membangun kerjasama dengan pihak kepolisian untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan ini,” terang Bupati Matra, Rabu (6/04).

Ia mengharapkan semua calon kades, serta masyarakat yang terlibat dalam Pilkades nanti, bisa dewasa dan bijak dalam menjalankan proses demokrasi didesanya, agar hal-hal negatif yang tidak diinginkan bisa dihindarkan.

“Silahkan berbeda pilihan tapi jangan sampai itu merusak tatanan sulaturahim antara masyarakat. Makanya kesiapan aparat menjadi sangat penting dalam Pilkades nanti,” tambahnya.

Terpisah Kepala Sub Bidang Administrasi Pemerintahan Desa BPMPD Matra Abdul Azis menyampaikan bahwa pihaknya telah beberapa kali melakukan pertemuan dengan polres Matra terkait pengamanan Pilkades nanti. Pihaknyapun telah memberikan jadwal tahapan Pilkada serta semua hasil penetapan calon Kades kepada Polres Matra.

“Koordinasi kami dengan pihak kepolisian lancar, dan baru-baru ini kami telah melakukan focus group discussion dengan Polres Matra terkait pengamanan pelaksanaan Pilkades nanti, mengenai startegi pengamanannya saya belum tahu pasti, namun tentu tetap melihat pada pada tingkat kerawanan dan luas wilayah desa,” terangnya. (Joni)

 

 

 

 

 

 

Bagikan
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.