Pasangkayu, Katinting.com — Kepala Dinas Kesehatan Pasangkayu, drg. Rukman, mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan menyusul lonjakan kasus suspek campak di Kecamatan Baras. Pernyataan itu disampaikan saat dikonfirmasi, Jumat malam (22/5).
Belasan anak dilaporkan menjalani perawatan di Puskesmas Baras dengan gejala yang mengarah pada campak. Menurut drg. Rukman, campak adalah penyakit menular yang disebabkan virus dan mudah menyebar, terutama pada anak yang belum mendapat imunisasi lengkap.
“Campak menular melalui percikan ludah saat batuk atau bersin, serta kontak dekat dengan penderita,” kata drg. Rukman.
Ia mengingatkan orang tua mengenali gejala sejak dini: demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, ruam merah di kulit, serta anak tampak lemas dan kehilangan nafsu makan. Untuk mencegah penyebaran, Dinas Kesehatan meminta orang tua segera melengkapi imunisasi campak dan MR anak-anak.
“Pastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal di posyandu, puskesmas, atau fasilitas kesehatan terdekat,” ujarnya.
Selain imunisasi, masyarakat diminta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS): mencuci tangan pakai sabun, menjaga kebersihan lingkungan, dan menggunakan masker saat sakit. Dinkes juga mengimbau agar menghindari kontak dengan penderita, terutama untuk balita dan ibu hamil yang lebih rentan.
“Jika mengalami gejala campak, segera datang ke puskesmas atau rumah sakit untuk mendapat penanganan,” tambah drg. Rukman.
Ia menegaskan peran orang tua dan masyarakat sangat penting untuk mencegah Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di Pasangkayu. “Mari bersama cegah penyebaran campak dengan imunisasi lengkap dan perilaku hidup sehat. Lindungi anak, lindungi keluarga, lindungi masyarakat,” tutupnya. (*)






