Mamuju, Katinting.com – Wisuda ke-16 Universitas Tomakaka menjadi tumpuan kenangan dan harap. Di panggung itu hadir seorang yang akarnya menyentuh sejarah pendidikan setempat: mantan Ketua STISIPOL Tanratupattanabali, kini Tenaga Ahli Gubernur Sulawesi Barat sekaligus Direktur Utama Perseroda Sulawesi Barat, Malaqbi.
Dalam prosesi yang meluluskan 464 sarjana, Malaqbi menegaskan kehadirannya bukan semata sebagai pejabat, melainkan saksi perjalanan lembaga dari sekolah tinggi menuju universitas. Ia mengenang keterlibatannya sejak 1999, ketika kampus masih terdiri dari beberapa sekolah tinggi: STIP (Pertanian), STKIP (Keguruan dan Ilmu Pendidikan), dan STISIPOL Tanratupattanabali.
Ia menjabat Ketua STISIPOL pada 2001–2005, lalu terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Mamuju pada 2004 dan melanjutkan baktinya di ranah pemerintahan hingga 2014. Menurutnya, transformasi status menjadi universitas bukan sekadar perubahan nomenklatur, melainkan kebutuhan strategis untuk meningkatkan mutu dan menjawab tantangan zaman.
“Perubahan dari sekolah tinggi menjadi universitas bukan sekadar perubahan nama. Ini adalah simbol bahwa sebuah lembaga pendidikan harus terus bertumbuh, beradaptasi, dan meningkatkan kualitas agar mampu menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.
Kepada para wisudawan dan wisudawati, ia menitipkan pesan tegas: wisuda adalah awal pengabdian. Gelar akademik menemukan maknanya bila disandingkan dengan integritas, kerja keras, dan kepedulian sosial. Sulawesi Barat, katanya, membutuhkan generasi yang tidak hanya cemerlang di ruang kuliah tetapi juga memiliki karakter dan keberanian berinovasi.
“Jadilah bagian dari solusi, bukan sekadar penonton perubahan. Masa depan Sulawesi Barat berada di tangan generasi yang berilmu dan berintegritas,” pesannya.
Malaqbi mengapresiasi pendiri yayasan Ahmad Taufan dan Hj. Gusnawati, pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, serta orang tua yang mendukung proses pendidikan para lulusan. Ia berharap Universitas Tomakaka terus melahirkan sumber daya manusia unggul yang memberi sumbangan nyata bagi daerah dan bangsa. (Fhatur Anjasmara)






