Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

250 Sapi dari Asutralia Akan Huni Peternakan di Desa Beroangin, Polman

Sapi Brahman Cross (Gambar sakadoci.com)
Tanawali saat wawancaran dengan awak media. (Foto Zulkifli)

Mamuju, Katinting.com – Sebanyak 250 ekor Sapi Brahman Cross dari Asutralia akan akan didatangkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.

Impor sapi Australia tersebut menggunakan anggaran APBN, dan akan ditempatkan di Desa Beroangin, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar (Mandar).

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) Tanawali mengatakan program peternakan sapi yang lahanya seluas 2.000 hektare sudah siap. Hanya tinggal mmenunggu Sapi dari Australia.

“Silahkan lihat kesana (Desa Beroangin), saya sendiri heran sudah hutan rumput sekarang, sekarang rumputnya sudah siap, bahkan melebihi dari 250 ekor untuk dikomsumsi. Dan memang harus seperti ini karena Brahman Cross ini makan sampai sampai 70 kg perhari. Tidak seperti sapi kita,” katanya.

Rencananya pada bulan Februari mendatang, sudah didatangkan dari Australia. Namun sebelum didatangkan ke Polman, terlebih dahulu Sapi Brahman Cross tersebut, akan dikarantikan di Sidrap (Sulsel).

“Cuma kalau datang tidak bisa langsung kesini (Polman), harus dikarantina dulu. Informasi terakhir kami rakor di Jakarta, itu diperikarakan awal Februari sudah di karantina di Sidrap,” ujar Tanawali saat ditemui awak media di kantor Gubernur Sulbar, Jl. Abdul Malik Pattana Endeng, Rabu (30/1).

“Dikarantina dulu, tergantung kesiapan Sapinya. biar tidak stres. karena sapinya nanti itu datang dengan dokternya jadi dicek dulu kondisinya. kalau sudah kondusif baru dokter nya pulang. Paling satu bulan dikarantina,” ucapnya.

Tanawali berharap, lahan peternakan sapi di Desa Beroangin, pada tahun ini sudah bisa terisi. karena katanya, informasi dari pemerintah Pusat bahwa di Beroangin, akan menjadi pusat sumber bibit Sapi di Indonesia Timur.

Ia juga menjelaskan setelah dikembangbiakkan, nantinya akan dibagi-bagi ke pengembala sapi yang ada Sulbar.

“Jadi setalah dikembangbiakkan nanti anaknya itu kita kasi petani/pengembala untuk pelihara. Tapi sebelum dikasi, harus di didik dulu atau magang (pengembala) satu dua bulan, kalau sudah oke baru kita lepas,” katanya.

 

(Zulkifli)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat