Mamuju. Katinting.com – Dinas Perkebunan Daerah Provinsi Sulawesi Barat menggelar rapat persiapan kunjungan lapang Tim Badan Perencanaan Nasional dari Jakarta sebagai langkah strategis dalam mendukung penyusunan rekomendasi Core Competence Wilayah Sulawesi Barat. Rapat berlangsung pada Kamis 23 Juli 2026, di Kantor Dinas Perkebunan Daerah Provinsi Sulawesi Barat.
Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perkebunan Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Muh. Faizal Thamrin dan dihadiri Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Mamuju beserta jajaran, Kepala Bidang Hilirisasi Perkebunan, Kepala Bidang Produksi Tanaman Perkebunan, serta pejabat dan staf yang mewakili bidang lingkup Dinas Perkebunan Sulawesi Barat.
Rapat ini menjadi forum koordinasi untuk menyatukan persepsi sekaligus mematangkan berbagai aspek teknis menjelang kunjungan lapang Tim Badan Perencanaan Nasional. Kunjungan tersebut bertujuan melakukan peninjauan langsung terhadap potensi perkebunan Sulawesi Barat sebagai bahan penyusunan rekomendasi Core Competence Wilayah, dengan fokus pada pengembangan komoditas unggulan kakao dan kopi yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah.
Berbagai agenda strategis dibahas dalam rapat, meliputi penentuan lokasi kunjungan lapang, penyusunan jadwal kegiatan, kesiapan data dan informasi pendukung, serta koordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten. Seluruh pihak berkomitmen memastikan pelaksanaan kunjungan berjalan optimal sehingga mampu memberikan gambaran yang utuh mengenai potensi, tantangan, dan peluang pengembangan sektor perkebunan di Sulawesi Barat.
Kepala Dinas Perkebunan Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Muh. Faizal Thamrin, menegaskan bahwa kunjungan lapang ini merupakan kesempatan penting untuk memperkenalkan keunggulan perkebunan Sulawesi Barat di tingkat nasional.
“Sulawesi Barat memiliki potensi besar pada komoditas kakao dan kopi yang selama ini menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Melalui kunjungan Tim Badan Perencanaan Nasional, kita ingin menunjukkan kondisi riil di lapangan sekaligus menyampaikan potensi yang masih dapat dikembangkan. Karena itu, seluruh data, informasi, dan lokasi yang disiapkan harus akurat, terintegrasi, dan mencerminkan kebutuhan daerah agar rekomendasi yang dihasilkan benar-benar mampu mendukung arah pembangunan perkebunan Sulawesi Barat ke depan,” ujar Faizal.
Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menghasilkan rekomendasi yang berkualitas.
“Kami berharap hasil kunjungan ini tidak hanya menghasilkan dokumen rekomendasi, tetapi juga menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang mampu memperkuat hilirisasi, meningkatkan produktivitas dan kualitas komoditas, memperluas akses pasar, serta menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi petani. Dengan demikian, sektor perkebunan dapat semakin berdaya saing dan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat secara berkelanjutan,” tutupnya.
Hal tersebut sejalan dengan semangat Panca Daya Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.
Melalui sinergi yang kuat dan persiapan yang matang, Dinas Perkebunan Daerah Provinsi Sulawesi Barat optimistis kunjungan lapang Tim Badan Perencanaan Nasional akan menghasilkan rekomendasi strategis yang semakin memperkuat posisi Sulawesi Barat sebagai salah satu wilayah unggulan pengembangan kakao dan kopi nasional. (*/FA)






