Tinambung, Katinting.com – Riuh bunyi rancak Jala Jalappa, sebuah alat musik dari Bambu, menjadi penanda dimulainya Mandar Music Ethno Concert, di Taman Budaya dan Musium Mandar (TBM), Buttu Ciping, Tinambung, Polman, Kamis malam (09/07).
Tidak kurang dari 6 Jala Jalappa, dibunyikan oleh pembesar acara yang dihadirkan untuk membuka kegiatan Mandar Music Ethno Concert, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muh Nehru Sagena, Ketua Komisi I DPRD Sulbar Syamsul Samad, Anggota DPRD Sulbar Irbad Kaimuddin, Kepala UPTD TBM Irma, Ketua Pelaksana Kegiatan Subhan.
Kegiatan Mandar Music Ethno Concert ini menghadirkan sejumlah pelaku dan pelestari kebudayaan di Bumi Malaqbi’ dari berbagai daerah di Sulawesi Barat, mempertemukan para pelaku seni yang masih mempertahankan keaslian pakem dari sebuah produk kebudayaan, sekalipun dalam praktik karyanya, ada pembauran inovasi mengikuti zaman.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Barat Muh Nehru Sagena, dalam sambutan pembukaan kegiatan, menyampaikan apresiasi secara penuh terhadap semua pihak terkait penyelenggaraan kegiatan, baik kurator, UPTD TBM, penggiat seni dan kebudayaan, atas terlaksananya kegiatan Mandar Music Ethno Concert.
“Tentu kami memberikan apresiasi yang tinggi, kepada para pihak yang telah ikut menyukseskan terselenggaranya kegiatan Mandar Music Ethno Concert ini, yang menjadi wadah bertemunya para pemilik pakem seni dan kebudayaan yang tumbuh ditengah tengah masyarakat kita” ungkap Nehru.
Ia pun menyampaikan dalam membaca zaman, hendaklah bertidak tidak berada pada posisi melawan zaman, sebab itulah konsekuensi dari perjalanan kebudayaan.
“Budaya itu hidup mengikuti zamannya, dimana zaman itu datang, sebab itu inovasi datang bukan merubah, tapi menyesuaikan dengan zaman yang disambanginya” ujar Nehru.
Ia pun menyampaikan pesan penting dalam sambutannya, yang disambut decak sorai dari hadirin yang hadir di TBM sebagai bentuk komitmen dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
“Zaman boleh berubah, tapi pelestarian kebudayaan tetap harus berjalan, inovasi terus berjalan, dan para penggiat dan pelakon seni kebudayaan bisa lebih inovatif menampilkan karya dan karsanya” tutup Nehru sembari membuka kegiatan Mandar Music Ethno Concert. (Fhatur Anjasmara)







