
Mateng, Katinting.com – Dalam sepekan terakhir, warga Mamuju Tengah, dibuat terkejut, karena unggas peliharaannya mengalami mati tiba tiba, tanpa diketahuai apa penyebabnya.
Kematian unggas jenis ayam milik warga di Mamuju Tengah, selain menimbulkan keresahan karena unggas ternak mereka banyak yang mati dalam jumlah besar, juga menimbulkan ketakutan akan kemungkinan unggas tersebut terserang virus, yang bisa saja bermutasi menyerang manusia.
Kepada Katinting.com, sejumlah warga Mamuju Tengah, mengungkapkan, kalau kematian unggas mereka cukup aneh, karena tidak ada tanda tanda ayam mereka sakit seperti biasanya, hanya ada tampak, kepala ayamnya membengkak, lalu beberapa jam kemudian atau tak sampai sehari, ayam mereka ditemukan sudah tergeletak mati.
Bahkan keheranan makin menyelimuti warga Mamuju Tengah, atas kejadian ini, karena meskipun kemudian sore, sebelum petang, ternak mereka sehat sehat saja, tapi justru esok paginya ternak mereka sudah tergelatak mati.
“Saya saja dalam dua hari ini, sudah ada 30 ekor ayam saya, mengalami mati tiba tiba, padahal pagi saya lihat waktu, saya beri pakan, masih sehat sehat, tak ada tanda sedang sakit, tapi sorenya sudah mati, dan ini sudah dua hari demikian” ujar Sakka warga Topoyo, Rabu (3/2).
Warga lainnya, Made Kardiana, mengemukakan kalau ayamnya juga awal pekan ini banyak yang mati tiba tiba, dan bukan hanya ayam miliknya, tetangganya juga mengalami hal yang sama.
“Kami justru kuawatir jangan sampai ada virus yang menyerang ayam kami, dan bisa bermutasi kemanusia, makanya, kami harap, instansi terkait, bisa segera kelapangan melakukan penyelidikan soal kasus ini” ungkap Kardiana.
Hal yang sama juga di ungkapkan salah seorang warga Tobadak, Ahmad, katanya, kaget, karena ayam peliharaannya tiba tiba banyak yang mati, saat sore menjelang petang, diriny masih sempat melihat ternak unggasnya sehat sehat.
“tapu begitu pagi saya mau beri pakan, malah didalam kandang yang saya temukan hanya bangkai ayam mati, dan tidak tahu apa penyebabnya, saya hanya melihat kepalanya membiru dan agak besar sedikit dari ukuran kepala ayam biasanya, saya heran, kenapa tiba tiba mati, tanpa terlihat sakit sebelumnya” singkat Ahmad.
Saat dihubungi, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Peternakan, Pertanian dan Perkebunan Mamuju Tengah, Anwar Anas, menyampaikan kalau pihaknya dua hari lalu, banyak mendapatkan informasi keluhan dari peternak unggas.
Karenanya, Ia segera meminta mantri ternak dan dokter hewan yang ada di dinas tersebut, turun melihat, dan mempelajari apa penyebab ternak warga mati tiba tiba, nanti ada hasilnya, akan segera diumumkan.
“Kami belum bisa mengambil kesimpulan penyebab kematian ternak unggas warga tiba tiba, sebelum ada hasil kesimpulan dari petugas kami yang turun melakukan pengecekan, jadi tunggu hasil petugas kami, baru kami umumkan,” respon Anwar.
(Fhatur Anjasmara)






