Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Pemkab Mateng Diminta Evaluasi Sarang Walet di Pemukiman

Salah satu penampakan, keberadaan sarang walet ditengah pemukiman di Topoyo. (Dok. Fhatur Anjasmara)

Mateng, Katinting.com – Gempa dengan Mahgnitudo 6,2, pada Jumat dinihari, 15 Januari 2021 lalu, yang memporak porakdakan sejumlah bangunan warga di Mamuju, membuka mata kekhwatiran sejumlah pihak, yang berujung trauma, tidak terkecuali bagi warga Mamuju Tengah (Mateng).

Kekuwatiran warga Mateng, didasarkan pada keberadaan sejumlah sarang walet yang tersebar disejumlah titik ditengah tengah pemukiman warga di wilayah Mateng, yang menjulang tinggi keatas, tentu saat terjadi guncangan dan bangunan sarang walet tersebut rubuh atau ambruk, akan berdampak pada bangunan warga yang ada disekitarnya.

Alasan ini kemudian, membuat warga menaruh harapan kepada Pemerintah Kabupaten Mateng, melakukan evaluasi sesegara mungkin akan keberadaan sarang walet ditengah pemukiman warga, dalam menghindari hal yang tak diinginkan terjadi.

“Tentu melihat kondisi dampak gempa di Mamuju, beberapa waktu lalu, membuka mata kekhwatiran kami, terutama kami yang menghadapi kemungkinan ambruknya sarang walet yang ada ditengah pemukiman kami saat gempa, karenanya kami berharap, Pemkab Mamuju Tengah, tegas melakukan evaluasi terhadap usaha sarang walet” jelas Mahmud, salah seorang warga Topoyo, Rabu (27/1).

Warga lainnya, Irsan, menuturkan bahwa dari trauma gempa yang melanda Mamuju beberapa waktu lalu, dan menyisakan duka yang mendalam, karena berjantuhan korban jiwa, mestinya tak ada alasan bagi Pemkab Mateng, berkelik untuk tidak tegas kepada keberadaan sarang walet di pemukiman.

“Karena ini menyangkut jiwa, tentu menyangkut kemanusiaan seseorang, lalu apakah Pemkab akan membiarkan keberadaan sarang walet yang mengancam nyawa warga sekitar, terus menerus berada di tengah pemukiman, kami dukung Pemkab ambil sikap tegas pada banguan sarang walet ditengah pemukiman, Pemkab mesti tegas, meminta pemiliknya memindahkan keluar dari pemukiman warga,” tutur Irsan.

Ia berharap kiranya, soal keberadaan sarang walet ditengah pemukiman, Pemkab Mateng, jangan abai, sebab ini menyangkut nyawa orang banyak, karenanya Pemkab tidak bisa sekedar melewatkan isu ini, yang memang menimbulkan ketakutan bagi warga yang berada ditengah pemukiman dekat dengan sarang walet.

“Dan pemilik juga, jangan melakukan penolakan, sebab bila melakukan penolakan saat sarang walet mereka minta dirubuhkan karena mengancam keselamatan warga sekitar, tentu, penolakan tersebut, sebagai bentuk upaya membunuh warga sekitar sarang walet milikinya” pungkas Irsan.

(Fhatur Anjasmara)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat