Makassar, Katinting.com – Puluhan aktivis mahasiswa menghadang Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) saat menghadiri pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulawesi Selatan. Sabtu (18/07) di Sandeq Ballroom, Hotel Claro Makassar.
Puluhan aktivis mahasiswa yang menghadang Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, adalah pentolan aktivisi mahasiswa lintas kampus di Makassar, yang merupakan anggota Himpunan Mahasiswa Mamuju (Hipermaju) di Makassar, menyampaikan petisi penolakan kehadiri rencana ekxplorasi dan eksploitasi Logam Tanah Jarang (LTJ) di Mamuju.
Dari tangkapan layar pada akun Hipermaju Mamuju, tampak Ketua Umum Hipermaju Mamuju, Aksan Iskandar, menyerahkan satu berkas, yang berisi maklumat sikap tegas Hipermaju Mamuju, atas penolakan pada pengelolaan LTJ di Bumi Manakarra, yang akhir akhir ini santer dikalangan aktivis lingkungan.
Nampak pembicaraan antara aktivis mahasiswa dari Hipermaju, saat Menteri ESDM menanyakan ini dari mana, terdengar mahasiswa menjawab, dari Mamuju, dan kemudian Bahlil mengiyakan seolah sangat paham maksud dari mahasiswa dari Hipermaju.
“Oh dari Mamuju, Sulawesi Barat kan ?” singkat Bahlil, kemudian mengambil satu berkas yang diserahkan oleh Ketum Hipermaju, Aksan Iskandar.
Kepada laman ini, Ketua Umum Hipermaju di Makassar, Aksan Iskandar, menyampaikan bahwa, Dokumen yang diserahkan memuat berbagai hasil riset dan analisis mengenai potensi dampak sosial,
“Mulai dari lingkungan, ekonomi, serta keberlanjutan ruang hidup masyarakat. Selain itu, kajian tersebut juga berisi rekomendasi agar pemerintah mengedepankan transparansi, partisipasi publik yang terbuka, dan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat sebelum mengambil keputusan strategis terkait rencana pertambangan.” terang Aksan.
Ia pun berharap, kiranya dokumen yang merupakan dokumen berisi riset tersebut, yang menjadi bagian dari wujud tanggungjawab moral, dalam mengawal masa depan Kabupaten Mamuju.
“Harapan kami, pemerintah menjadikan kajian ini sebagai bahan pertimbangan yang serius sebelum menetapkan kebijakan apa pun terkait rencana tambang logam tanah jarang di Mamuju.” harap Aksan.
Ia pun mengapresiasi sikap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, yang terbuka menerima aspirasi yang diantarkan Hipermaju,
“Dan kami menunggu proses pendalaman yang dilakukan pemerintah benar-benar mempertimbangkan aspek ilmiah, daya dukung lingkungan, keberlangsungan sumber penghidupan masyarakat, serta aspirasi warga Mamuju.” beber Aksan.
Ia menambahkan, bahwa Hipermaju memastikan terus mengawal, setiap setiap perkembangan rencana pertambangan logam tanah jarang di Mamuju.
“Tentu secara kritis, konstruktif, dan berdasarkan data ilmiah, dengan mengedepankan kepentingan masyarakat serta kelestarian lingkungan sebagai prioritas utama.” tutup Aksan. (Fhatur Anjasmara)






