Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan

Sebab-Akibat

Salah satu faktor penyebab yang turut memberikan pengaruh signifikan terhadap minimnya minat generasi muda untuk menggali pengetahuannya akan nilai Budaya dan Kearifan lokal adalah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang Informasi dan komunikasi khususnya di bidang Internet. Dewasa ini pengaruh kemajuan teknologi internet bukanlah hal yang asing khususnya bagi Negara Indonesia.

Data dari Asosiasi Penyelenggara  Jasa Internet Indoonesia (APJII) melaporkan bahwa Populasi penduduk Indonesia saat ini mencapai 262 (dua ratus enam puluh dua) juta jiwa, terdapat sekitar 50 persen atau sekitar 143 Juta orang telah terhubung pada jaringan internet sepanjang tahun 2017. Setidaknya terdapat 49,52 persen pengguna Internet di tanah air adalah mereka yang berusia 19 sampai dengan 34 tahun.

Data tersebut menunjukkan bahwa Internet tak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari generasi muda kita. Fungsinya yang dapat memberikan informasi tanpa batas dan dapat diakses dengan mudah oleh semua lapisan masyarakat menjadikan layanan ini memiliki jutaan pengguna dari seluruh lapisan masyarakat. Lebih Khusus bagi generasi muda, saat ini internet telah menjadi kebutuhan yang tak dapat ditawar-tawar lagi.

Asas globalisasi yang menganut kebebasan dan keterbukaan, menjadi penyebab banyak anak muda yang bertindak sesuka hatinya. Akibat buruk yang ditimbulkan tentu akan berdampak pada gangguan ketentraman dan kenyamanan masyarakat. Pengaruh buruk perkembangan globalisasi terhadap nilai-nilai budaya selanjutnya dapat kita lihat dari cara generasi muda dalam berbusana. Nyatanya generasi muda yang berpenampilan layaknya selebritis dan cenderung mengikuti budaya pakaian  kebarat-baratan, Padahal cara berpakaian tersebut sudah jelas tidak sesuai dengan kebudayaan dan norma-norma yang berlaku di Negara Indonesia.

Dampak globalisasi terhadap kehidupan sosial masyarakat kini patut menjadi perhatian serius Pemerintah pusat, Daerah dan khususnya menjadi perhatian kita bersama.Walaupun paparan dari dampakya memang hanya mencakup sebagian dari keseluruhan jumlah generasi muda, dampaknya pun mungkin tak selalu bersifat negatif namun terselip pula dampak positif yang menyertainya.Namun pengaruh globalisasi terhadap memudarnya budaya tolong menolong, kearifan lokal yang cenderung mengedepankan nilai-nilai gotong royong dan sikap tenggang rasa antar masyarakat nyatanya kini ikut mengalami penurunan. Hal ini mungkin di Karena dengan adanya media sosial banyak kalangan lebih memilih berkicau di media sosial dan lebih sibuk dengan Gadgetnya masing-masing, ketimbang berkecimpung langsung dalam kehidupan bermasyarakat. Selanjutnya jika melihat dari sisi pergaulan , banyak generasi muda yang seakan mengabaikan aturan dan tatakrama serta sopan santun dalam bergaul dan bermasyarakat. Perilaku itu ditunjukkan lewat sikap yang cenderung cuek dan sikap kurangnya rasa peduli terhadap lingkungan di sekitarnya.

Akibat yang di timbulkan dari penggunaan internet memang tak selamanya bersifat negatif, Sebab tidak dapat dipungkiri bahwa penggunaan internet telah memberikan sumbangsih nyata dalam percepatan pembangunan, ilmu pengetahuan dan teknologi dan pesatnya arus informasi. Dapat juga kita lihat secara umum bahwa arus globalisasi turut berperan besar terhadap kemajuan suatu bangsa, meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan daya saing bangsa, memperkuat kesatuan dan persatuan nasional, mewujudkan pemerintahan yang transparan, serta meningkatkan jati diri bangsa Indonesia di kancah internasional.

Jika dipandang dari sisi negatif disadari maupun tidak internet memberi dampak penurunan budaya membaca bagi generasi muda. Hal ini berdasarkan atas data yang dikutip dari UNESCO  yang menyatakan bahwa Pada tahun 2011, Dirilis hasil survei budaya membaca terhadap penduduk di negara-negara ASEAN. Faktanya Budaya membaca Indonesia berada pada peringkat paling rendah dengan nilai 0,001.  Hal ini berarti dari sekitar seribu penduduk Indonesia, hanya satu yang masih memiliki budaya membaca tinggi. Hal ini merupakan gambaran umum mengenai dampak buruk teknologi dibidang Internet. saat ini dapat kita lihat para generasi muda cenderung ternina bobokan oleh bahan bacaan yang terdapat pada media-media sosial yang mungkin sangat minim kandungan unsur pendidikan didalamnya. Hal ini didukung pula survei yang dilakukan oleh IEA (International Education Achievement) pada awal tahun 2000 yang menunjukkan bahwa kualitas membaca anak-anak Indonesia menduduki urutan ke 29 dari 31 negara yang diteliti di benua Asia, Afrika, Eropa dan Amerika.

Dampak-Dampak yang ditimbulkan dari arus Globalisasi terhadap generasi muda ini, kiranya telah cukup untuk dijadikan alarm untuk membangun kesadaran kita dalam melakukan antisipasi yang tepat terhadap pengaruh-pengaruh buruk yang dapat menimbulkan terkikisnya Nilai budaya dan kearifan lokal yang dimiliki saat ini. Olehnya di butuhkan solusi guna membentenggi pengaruh buruk dari arus globalisasi dalam kehidupan masyarakat, khususnya pada generasi muda. sekali lagi teramat penting kiranya untuk menghadirkan solusi cepat dan tepat dari semua kalangan baik pemerintah Pusat dan Daerah serta berbagai kalangan guna terciptanya sumber daya manusia yang piawai dan mampu memperkuat pendidikan lewat pengetahuan budaya. BACA BERIKUTNYA

Halaman: 1 2 3 4
Sebelumnya Selanjutnya
Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat