Kaum “Milenial” Sebagai Insan cendekia penerus perjuangan, yang diharapkan mampu mengaungkan budaya bangsa dikancah Internasianal kini ditengarai semakin asing akan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang sejak dulu telah tumbuh subur namun kini perlahan layu di tanah asalnya masing-masing. Hal ini ditunjukkan dengan semakin menyusutnya kesadaran dalam hal pengenalan nilai –nilai budaya kepada generasi muda. Masalah lain juga terkait semakin berkurangnya panduan bahan bacaan yang mengandung unsur nilai-nilai pendidikan budaya dan kearifan lokal yang terdapat di setiap jenjang pendidikan yang dibarengi semkin menurun pula minat generasi muda dalam melahap bahan bacaan yang mengandung unsur pendidikan budaya. Mungkin inilah beberapa masalah yang menjadi alasan yang membelenggu gagasan-gagasan cemerlang yang harusnya senantiasa hadir dari pemikiran brilian para generasi muda sebagai insan cendekia pelanjut perjuangan bangsa dan negara kini semakin jarang menggema dibumi persada.
Seiring dengan penyusutan pemahaman generasi muda terhadap pentingnya Pengenalan nilai budaya dan kearifan lokal, Arus globalisasi sebagai salah satu penyebab minimnya pemahaman generasi muda terhadap nilai Budaya saat ini menunjukkan laju yang cukup pesat. Perkembangan teknologidan ilmu pengetahuan telah menyimpul erat dan memberikan pengaruh dan dampak positif maupun negatif secara langsung hampir semua bidang dan sendi kehidupan warga negara Indonesia,Tak terkecuali pada generasi muda. Arus globalisasi yang masuk dengan bebas, deras tanpa sekat tersebut menuntut Indonesia harus membuat filter sebagai penyaring dan penangkal pengaruh serta dampak yang ditimbulkan oleh arus globalisasi.
Penjabaran masalah ini menunjukkan betapa pentingnya pendidikan nilai-nilai budaya dan kearifal lokal untuk dijadikan sebagai kendali dan acuan bangsa dalam menghadapi kemajuan dan dampak Negatif dari adanya globalisasi di abad ke- 21 ini. Urgensi dariperan pendidikan lewat pengenalan nilai budaya dan pengenalan kearifan lokal kepada generasi muda sangat penting untuk dilakukan. Dimana masuknya arus globalisasi harus senantiasa disesuaikan dengan pendidikan budaya serta kearifan lokal yang tumbuh dan menjadi pelindung generasi muda untuk menentukan sikap dalam pergaulan sosialnya.
Hakikatnya nilai budaya Indonesia memiliki nilai-nilai luhur yang senantiasa bertumpu pada tiang kokoh kebudayaan bangsa Indonesia yang menjadi dasar yaitu Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Dasar inilah yang kemudian diwariskan secara turun temurun dan menjadi dasar negara dalam menetapkan haluan dalam pergaulannya di kancah Internasional. Kemudian warisan itu dilaksanakan seiring dengan proses perubahan kehidupan sosial masyarakat. Pelaksanaan nilai-nilai budaya dalam pendidikan merupakan sarana dalam membangun karakter bangsa menjadi lebih baik. Pembangunan karakter ini bertujuan sebagai langkah awal untuk menjadikan manusia cerdas baik secara kognitif (pengetahuan), afektif (berkenaan dengan perasaan), maupun psikomotorik (fisik dan mental). Hal ini dapat diwujudkan melalui program-program khusus terkait penanaman nilai karakter budaya dan kearifan lokal di wilayah masing-masing. Lanjut dari pada itu program ini harus di titik beratkan paling tidak pada dua faktor penting yaitu proses perkembangan kecakapan setiap individu dalam bentuk sikap dan prilaku yang berlaku dalam masyarakatnya serta Proses sosial dalam mengembangkan pribadinya.






