
Mamuju, katinting.com – Merasa dirugikan, sejumlah warga di Desa sangkurio Kacamatan Mamunyu, Kabupaten Mamuju menyegel dan menutup seluruh aktifitas SMPN 6 Sangkurio, Senin (27/03).
Yahya salah seorang pemilik tanah mengatakan pihaknya sengaja menutup sekolah tersebut karena sudah sejak lama dari dinas terkait terus berjanji untuk membayarkan namun hingga saat ini belum terlaksana.
“Diatas tanah sekolah kami ini pak, ada lima orang pemilik tanah, kami mendesak agar dibayarkan segera, kasihan kami sejak tahun 2016 hingga sekarang belum ada dibayarkan,” kata Yahya.
Yahya juga mengatakan dari kesepakatan harga yang permeter setiap bidang tanah yang harus dibayar oleh pemerintah adalah Rp 48.000 dengan luas selurunya kurang lebih 8.398 meter persegi atau senilai empat ratus juta seratus empat rupiah.
“Sebelumnya pak kami ke Dinas terkait untuk menanyakan soal pembayaran tanah kami, tapi mereka menjawab kalau, tanah tersebut tidak ada di DPA, olehnya itu kami tutup jika tidak dibayar,” ujarnya.
Sementara itu Ahmad salah seoarang pengurus Komite SMPN 6 Sangkurio mengatakan sejak ditutupnya sekolah semua Aktifitas siswa dan guru tidak ada.
“Sejak minggu kemarin di segel, sebelumnya masyarakat pemilik tanah menyampaikan kalau sekolah akan disegel sehingga siswa dan guru tidak datang hari senin untuk beraktifitas,” papar Ahmad.
Ahmad berharap Pemerintah Kabupaten Mamuju atau dinas terkait segera menyelesaikan permasalahan tersebut karena akibatnya sangat dirasakan oleh siswa.
“Kasian pak kalau di tutup, anak-anak yang merasakan rugi,” ungkapnya.
Dari data yang di himpun pembangunan SMPN 6 Sangkurio menggunakan dana DAK senilai dua miliar lebih sementara untuk pembebasan lahannya menggunakan dana APBD Kabupaten Mamuju.
Perlu diketahui juga, sekolah yang baru berdiri tersebut belum memiliki alumni, baru memiliki dua angkatan yakni dua kelas untuk kelas I dan dua kelas II dengan jumlah siswa sekira 100 orang lebih.
Jalan yang menuju tempat tersebut masih sangat sulit yang hanya bisa dilalui roda dua. Selain itu posisi bangunannya diatas gunung dan dibelakang pemukiman warga. (Srf)






