banner 728x90

Kembali Aksi Soal Reklamasi Pantai Mamuju, Mahasiswa Tuntut Pertanggungjawaban DPRD, SDK dan Habsi

banner 728x90
Unjukrasa depan gedung DPRD Mamuju

Unjukrasa depan gedung DPRD Mamuju

Katinting.com, Mamuju – Puluhan mahasiswa kembali melakukan aksi unjukrasa di gedung DPRD Mamuju menuntut kejelasan terkait reklamasi pantai Mamuju. Senin (25/04).

“Kami kembali datang kesini mengusut terkait reklamasi pantai Mamuju, terkait keberadaan d’maleo hotel, kepemilikan aset daerah yang sampai hari ini tidak jelas kepemilikannya,” kata Ruhul, mahasiswa dalam orasinya.

Aksi yang mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi (Granatk) mempertanyakan kepemilikan d’maleo yang tidak termasuk aset daerah Mamuju, selain itu, mahasiswa juga meminta kepolisian untuk mengusut tuntas pembangunan reklamasi pantai Manakarra yang dianggap sarat persoalan termasuk tidak memiliki Amdal.

“Kami meminta kejelasan terkait reklamasi pantai Mamuju saat ini, untuk siapa reklamasi itu dilaksanakan. Kami telah datang kesini dan DPRD Mamuju telah sepakat untuk mengundang kami membahas persoalan ini, namun mereka (DPRD,red) itu melakukan pembodohan dan pembohongan karena mengabaikan tuntutan kami,” kata Munsir Korlap Aksi.

BACA JUGA: http://katinting.com/mahasiswa-demo-dprd-pertanyakan-reklamasi-pantai-mamuju/

Pengunjukrasa yang mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian dan Satpol PP, juga meminta kejelasan pajak D’maleo hotel.

“Kami meminta kepada DPRD Mamuju untuk melakukan pemanggilan kepada pemerintah daerah Mamuju dan pihak yang melakukan reklamasi pantai Mamuju dalam hal ini PT. KMP untuk mengklarifikasi terkait persoalan reklamasi,” tutur Sahdan.

Sementara pengunjukrasa lainnya, menuding bahwa anggota DPRD Mamuju menikmati hasil reklamasi pantai Mamuju yang telah dijual, “Reklamasi pantai Mamuju sangat banyak persoalan dan tidak ada penyelesaian, pantai sebagai aset daerah telah dijual, kami minta hadirkan ketua DPRD Mamuju dan hadirkan juga SDK saat menjadi bupati menjual pantai Mamuju. Saya anggap SDK dan Habsi merampok daerah ini saat sama-sama menjabat, dengan menjual daerah ini,” kata Safaruddin mantan ketua Ipmapus dalam aksinya. (Anhar Toribaras)

Bagikan
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.