banner 728x90

Karena ini, Penulis Kamus Bahasa Aralle Beserta Keluarga Besar Pastikan Pilih Tina-Ado

banner 728x90

Foto bersama Cabup Mamuju, Sutinah Suhardi bersama dengan keluarga besar Mustari Pondanga usai melakukan silaturahmi. 

Mamuju, Katinting.com – Salah seorang tokoh dari Pitu Ulunna Salu (PUS) menyatakan dukungannya kepada Calon Bupati dan Wakil Bupati Mamuju nomor urut 1, Sutinah Suhardi-Ado Mas’ud (Tina-Ado).

Sabtu (24/10) malam, Sutinah Suhardi bersama sang ayah, Suhardi Duka (SDK) melakukan silaturahmi dengan keluarga besar Mustari Pondanga.

Dalam kunjungan silaturahmi itu, Mustari Pondanga yang juga penulis kamus Bahasa Daerah, Aralle-Indonesia itu mengatakan, semasa kepemimpinan SDK menjabat sebagai Bupati Mamuju dua periode dinilai sangat dekat dengan masyarakat.

“Yang paling mengesankan bagi saya, SDK itu tidak membeda-bedakan masyarakat. Masyarakat datang dengan sepatu, dengan dasi dilayani sama dengan yang datang pakai sarung, pakai sandal jepit,” kata H Mustari Pondanga.

Mustari menyakini, sifat yang dimiliki oleh SDK diwarisi oleh Sutinah Suhardi. Itu juga yang menjadi alasan mengapa keluarga besarnya menyatu mendukung pasangan nomor urut 1 Sutinah – Ado Mas’ud.

“Saya yakin, karena pribahasa mengatakan, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya,” ungkapnya.

Selain itu, alasan lain menetapkan pilihan ke Paslon Tina-Ado dikarenakan program-program yang tertuang dalam visi misi Mamuju Keren yang diyakini mampu membawa perubahan di Ibukota Provinsi ke 33 ini.

Salah satu program yang tertuang dalam visi misi Mamuju Keren adalah program beasiswa Manakarra. Beasiswa Manakarra ini juga pernah menjadi program SDK semasa menjabat sebagai Bupati.

“Programnya itu terutama yang di pendidikan, karena saya mantan kepala sekolah, saya rasakan itu, anggaran pendidikan seperti SMP 2 yang saya pimpin dulu, luar biasa,” bebernya.

Hal senada yang disampaikan Asryad. Ia mengatakan di masa SDK, tak banyak jalur administrasi yang harus dilewati untuk mendapatkan bantuan sosial, seperti perbaikan rumah ibadah.

“Ada beberapa rumah ibadah tanpa melalui proposal, saya diberikan langsung. Saya ingat betul salah satu rumah ibadah di kopeang saat itu saya diberikan langsung bantuan tanpa poposal,” kisah Arsyad.

Tak cukup sampai disitu, SDK dalam kenangan Arsyad adalah pemimpin yang tidak bertele – tele jika menyangkut hajat hidup orang banyak. Begitu dibutuhkan, segitu pula bantuan terealisasi.

“Pada saat saya ketua pemberdayaan desa – desa tertinggal, hanya Kabupaten Mamujun saat itu dalam hal ini masih pak SDK yang bupatinya yang mengalokasikan dana langsung 60 juta kesetiap desa,” pungkasnya.

(Ilu/Zul)

Bagikan
banner 728x90
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Karena ini, Penulis Kamus Bahasa Aralle Beserta Keluarga Besar Pastikan Pilih Tina-Ado"