banner 728x90

Pemerintah Matra Abai, Tanggul Miliaran Diduga Ambruk Karena Aktivitas Tambang

banner 728x90
Tanggul sungat lariang yang telahh ambruk ditelan sungai

Tanggul sungat lariang yang telahh ambruk ditelan sungai

Matra, Katinting.com – Tanggul tebing Sungai Lariang di Desa Lariang, Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Mamuju Utara (Matra), Provinsi Sulawesi Barat yang dibangun tahun 2013 lalu dinilai sia-sia. Sebab proyek yang menggunakan anggaran miliaran rupiah dari dana APBN ini ambruk kedalam sungai sekira 30 meter.

Menurut warga setempat, ambruknya tanggul tersebut diduga akibat aktifitas tambang galian C yang dilakukan oleh pihak CV.Yunika dimana selama beberapa tahun ini melakukan pengerukan pasir sungai diseputaran bangunan tanggul dengan menggunakan alat berat berupa eskavator.

“Selama beberapa tahun ini mereka pengusaha tambang galian C itu menggunakan eskavator untuk mengeruk pasir yang ada di seputaran tanggul itu, jadi patut diduga aktifitas tersebut menyebabkan rubuhnya tanggul ini. Jadi sia-sia saja uang negara membangun ini,” kata Malik kepada wartawan Rabu (17/8).

“Nanti bulan Juli 2016 ini baru dia (pihak CV.Yunika-red) hentikan menggunakan eskavator,” tambahnya.

Dengan rubuhnya tanggul sungai ini kata Malik, Wilayah Desa Lariang akan kembali terancam erosi. Apalagi pihak perusahaan tidak melakukan pembenahan diseputaran tanggul yang ambruk. Sementara sisi sungai itu merupakan hantaman arus sungai yang sangat vital untuk dibendung.

Kondisi itu pernah ia laporkan ke DPRD Mamuju Utara hingga sejumlah anggota dewan tersebut sempat melakukan peninjauan di lokasi yang dimaksud pada maret 2016 lalu. Ironinya, aktivitas yang diduga merusak aset negara itu terkesan tidak mendapat tanggapan serius dari pihak pemerintah daerah, terlebih kepada pihak penegak hukum.

“Semestinya dugaan pengrusakan aset negara ini sudah mendapat perhatian serius dari pihak pemerintah daerah maupun pihak penegak hukum, baik jajaran kepolisian maupun kejaksaan. Yang janggal, kenapa pihak pemerintah bisa memberi izin di wilayah DAS ini,” terang Malik. (Joni)

Bagikan
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.