
Mateng, Katinting.com – Saat ini di Mamuju Tengah, sebagian ruas jalan jalur trans nasional yang melintas di Mamuju Tengah, mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat melalui Balai Besar Pelaksana Jalan & Jembatan Nasional (BBPJN) Wilayah Sulbar.
Kondisi terkini, pasca pembangunan satu unit jembatan di atas sungai Budong budong, BBPJN melanjutkan peningkatan jalur di ruas jalan Jenderal Sudirman Topoyo dan jalan Soekarno Hatta Tobadak.
Hanya saja kemudian sejak dalam pelaksanaan peningkatan jalur pada dua ruas jalan tersebut, mulai kemacetan hingga kesemberawutan tampak terlihat di lokasi, disebabkan oleh penataan dan pengaturan pengerjaan pada ruas Sudirman dan Soekarno Hatta, tak beraturan.
Atas kondisi ini mendapat sorotan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mamuju Tengah. Melalui Ketuanya, Masbur DE, menyampaikan sorotan tajam kepada pihak BBPJN atas buruknya kondiri arus lalulintas pada area pelaksanaan proyek.
Ia mengungkapkan bahwa salah satu penyebab kesemberawutan berujung kemacetan di titik pelaksanaan proyek, karena dari pantauannya, pelaksanaan pekerjaan tidak beraturan waktunya, kadang di kerja sehari, dua tiga hari tak di sentuh, sehingga memicu waktu keterlambatan penyelesaian pekerjaan yang panjang.
“Tentu kami patut menyampaikan sorotan kami ke pihak balai, atas kondisi yang terjadi dilapangan, karena semestinya apapun kondisi pekerjaan di area peningkatan jalan, tak serta merta kemudian memicu kemacetan dan kesemberawutan” ungkap Masbur.
Bahkan ia juga menyayangkan karena mestinya ruas yang tak sedang di kerjakan, justru harusnya dirawat oleh pelaksana proyek, sehingga pengguna jalan di ruas jalan Jend. Sudirman dan jalan Soekarno Hatta, tetap dalam kondisi nyaman.
“Tapi kan sekarang tidak demikian, malah ruas yang sebelah itu dibiarkan rusak, sehingga semua pengguna jalan naik ke ruas jalan yang baru, akibatnya, di ujung kedua ruas ini, macet, sebab bertemu pengguna jalan yang masuk ke ruas yang sama, tapi kalau ruas yang sebelah itu tetap dirapikan dan di pelihara, maka tentu tak perlu tampak kemacetan dan kesemberawutan di sana, terlebih kalau baru saja usai di guyur hujan” tegas Masbur.
Untuk itu, ia mengingatkan pihak pelaksana pekerjaan dan BBPJN agar kiranya dapat merespon apa yang disampaikannya ini, karena adalah keluhan masyarakat Mamuju Tengah saat ini, khususnya pengguna ruas jalan Jend Sudirman dan jalan Soekarno Hatta.
“Pelaksana proyek dan BBPJN tak boleh membiarkan kondisi tak nyaman bagi pengguna ruas jalan yang saat ini di kerjakan, mestinya ruas yang sebelah, yang ada kubangan tampak, ya di pelihara dan di benahi, agar pengguna jalan tetap tidak terganggu dengan pelaksaan proyek di sana” pungkas Masbur.
(Fhatur Anjasmara)






