Mamuju Tengah, Katinting.com – Pasca konflik berdarah Sabtu (14/01), yang menelan korban satu orang meninggal dunia, dua lainnya luka luka, yang terjadi di Desa Lembahada, Kecamatan Budong budong, Mamuju Tengah. Aparat kepolisian segera melakukan operasi pengamanan mengantisipasi kemunculan potensi konflik baru.
Baca juga : Kronologi Konflik Berdarah di Lembahada, Akibatkan Satu Meregang Nyawa, Dua Terluka
Ditemui di kantornya AKBP Amry Yudhi, Minggu (15/01) mengungkapkan bahwa pengamanan pasca konflik menjadi atensi Kapolda Sulbar, sehingga diturunkan personil mengurai potensi konflik baru, tidak kurang 200 personil.
“Jadi bantuan perkuatan adalah personil dari Brimob, ditambah personil dari Polres Pasangkayu, dan personil di Polres Mamuju Tengah, totalnya mencapai 200 orang personil, untuk mengamankan wilayah pasca konflik” ungkap Amri Yudhi.
Baca juga : Kapolres Mamuju Tengah Janji Selesaikan Kasus Sabtu Berdarah
Mantan Kapolres Singkawan ini, menuturkan personil tersebut di sebar dibeberapa titik, jalan protokeler di Mamuju Tengah, termasuk di desa korban meninggal dan desa terduga kelompok pelaku.
“Penyebaran personil dalam rangka, memastikan kondusivitas keamanan di Mamuju Tengah, pasca konflik berdarah kemarin, sehingga masyarakat tetap merasa aman dalam melakukan aktivitasnya” tutur Amri Yudhi.
Ia juga meminta kepada dua belah kubu yang bertikai, untuk sama sama dapat menahan diri, sebab ia memastikan aparat kepolisian akan memproses secara hukum semua pelaku yang terlibat dalam kejadian Sabtu berdarah kemarin.
“Karenanya kami minta dua kubu, bisa manahan diri, dan percayakan pada kami, melakukan proses hukum yang sedang berjalan, dan pihaknya juga akan melakukan upaya perdamaian antar kubu yang bertikai” pungkas Amri. (Fhatur Anjasmara)






