Petugas dari Polres Mamuju Tengah, berpakaian preman, dibantu oleh petugas medis serta kerabat korban, saat melakukan evakuasi jenasah di RS Satelite Mamuju Tengah, untuk keperluan otopsi pada tubuh korban dari konflik berdarah sengketa lahan di Desa Lembahada, Mamuju Tengah. (dok Fhatur Anjasmara)
banner 728x90

Mamuju Tengah, Katinting.com – Konflik berdarah akibat sengketa lahan melibatkan dua kelompok masyarakat petani, di Mamuju Tengah, yang terjadi Sabtu (14/01) siang, menyisakan satu orang meregang nyawa, dua orang terluka baik dari rekan korban meninggal maupun dari kelompok pelaku.

Baca juga : Breaking News : Sengketa Lahan, Satu Orang Warga Meregang Nyawa di Mamuju Tengah

Konflik berdarah dari sengketa lahan ini, membuat salah seorang warga H Mahyong meregang nyawa, dan jenasahnya langsung dijemput oleh aparat kepolisian dari Polres Mamuju Tengah di Desa Lembahada, Kecamatan Budong budong, Kabupaten Mamuju Tengah, untuk segera mendapatkan proses pemeriksaan pada tubuh korban meninggal.

Dan korban mendapatkan penanganan dari tim dokter forensik Polda Sulbar, yang dipimpin oleh dokter IPDA Iqbal Iskandar. Seusai melakukan otopsi pada tubuh korban meninggal, langsung memberikan keterangan pers terkait kondisi luka pada tubuh H Mahyong korban yang meninggal dunia.

“Jadi kami temukan kurang lebih 10 luka bekas sabetan benda tanjam ditubuh korban meninggal dunia” ungkap Iqbal.

Katanya, salah satu penyebab korban meninggal meregang nyawa, akibat luka pada bagian leher sebelah kiri dan kanan.

“Namun yang lebih parah sebelah kiri, sebab merobek arteri karotis, yang berfungsi menyuplai darah ke otak terputus” kata Iqbal.

Ia menambahkan, putusnya arteri karotis pada korban, ini tentu sangat sulit mendapatkan upaya menyelamatkan nyawannya, sehingga kesimpulan tim dokter forensik, bahwa putusnya arteri karotis memicu korban meregang nyawa.

“Karena siapapun kalau sudah mengalami luka putus pada arteri karotis ini, tingkat harapan hidup memang sangat sulit” imbuh Iqbal.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari Polres Mamuju Tengah terkait kronologi kejadian konflik berdarah ini, atas laporan Irsan, anak dari korban meninggal dunia, bahwa pada hari Sabtu tanggal (14/01) sekitar pukul 12.05 wita H. Mahyong bersama 10 orang lainnya sedang berada dikebunnya yang terletak di Desa lembahada, Kecamatan Budong budong, Kabupaten Mamuju Tengah, dalam rangka panen buah kelapa sawitnya.

Baru saja satu jam di TKP, muncul sekelompok orang yang tidak dikenal membawa senjata tajam langsung melakukan penganiayaan menggunakan senjata tajam, melihat kejadian tersebut pelapor panik dan langsung melarikan diri . Akibat kejadian tersebut orang tua pelapor H. Mahyong dinyatakan meninggal dunia. (Fhatur Anjasmara)

Bagikan
Deskripsi gambar...

5 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here