
Mamuju, Katinting.com – Hampir dua tahun sudah pemilihan duta wisata dan pemilihan Keke Muane Keke Baine tidak digelar, dan tahun ini (2018) diperkirakan juga tidak akan dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Mamuju.
Sehingga sejumlah alumni dari ajang pemilihan bakat tersebut yang tergabung dalam IKEBANA (Ikatan Keke Muane Keke Baine Manakarra) berinisiatif untuk kembali menyelenggarakannya, meski tanpa bantuan pemerintah.
“Meski tidak ada dukungan dana dari pemerintah kabupaten kami tetap akan jalan,” kata Ketua umum IKEBANA, Andi Saiful Rauf kepada Katinging.com belum lama ini.
Lebih lanjut pegiat seni dan budaya Kabupaten Mamuju ini juga menjelaskan, bahwa Keke Muane Keke Baine sebuah ajang bergensi bagi putra putri Manakarra yang mana setiap tahunnya dihelat dalam rangka memeriahkan hari jadi Mamuju. Namun disayangkan pada tahun 2017 kemarin kegiatan ini tidak diselenggarakan dengan alasan anggarannya sudah ditiadakan.
“Sangat disayangkan kegiatan yang sudah berlangsung selama 16 tahun tiba-tiba ditiadakan, ini menjadi pertanyaan yang besar, ada apa dengan pemilihan ini? Padahal kita tahu bahwa kegiatan ini adalah sebuah ajang untuk mengasah kemampuan putra putri daerah dalam hal pemahaman budaya, pariwisata dan semua hal-hal yang berkaitan dengan kearifan lokal. Dan tidak dipungkuri bahwa mereka yang terpilih sebagai duta pariwisata paling banyak memberikan kontribusi untuk daerah, baik ditingkat provinsi maupun ditingkat nasional untuk pemilihan serupa,” tutur Andi Saiful Rauf.
Masih kata pria yang akrab disapa Iful ini, sebagai catatan bahwa kegiatan ini selalu dikerjasamakan dengan IKEBANA oleh Dinas Pariwisata, tapi untuk tahun ini mungkin akan berjalan sendiri dengan mencoba mencari kerjasama dengan beberapa pihak.
“Sungguh sangat disayangkan kalau kegiatan ini hilang begitu saja, oleh karenanya atas kesepahaman dengan teman-teman, kami akan melaksanakan kegiatan ini karena kami prihatin jika kegiatan ini nanti hanya tinggal cerita. Karena kegiatan ini sangat bermanfaat, dan itu kami rasakan sendiri setelah selesai ikut ajang ini,” ucap Iful.
Karena dalam kegiatan ini muatan ilmunya sangat bermanfaat, sambung Iful, dimana materi lokalnya 70 persen dan 30 persen umum, jadi tidak ada salahnya kalau kami tetap optimis untuk tetap mengelar kegiatan ini. “Doakan kami semoga sukses dan terlaksana, amin,” kuncinya.
(Anhar)






