Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

“Simpanan Anda Amanji”, LPS Ajak Media Sulbar Perkuat Literasi dan Kepercayaan Publik

Prayitno Amigoro, Deputi Kepala Kantor Perwakilan LPS Wilayah 3 Sulampua. (red)

Mamuju, Katinting.com – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Wilayah III Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) menggelar Media Meet Up perdana di Sulawesi Barat. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Maleo, Mamuju, pada Rabu, 11 Februari 2026 ini dihadiri oleh sekitar 15 pimpinan media, mengusung tema sinergi dalam pengembangan literasi keuangan.

Dalam sambutannya hadir secara virtual, Kepala Kantor Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Wilayah III, Fuad Zaen, menyampaikan, pertemuan ini bertujuan membangun kolaborasi strategis dengan insan pers untuk menyebarluaskan pemahaman masyarakat mengenai peran, tugas, dan fungsi LPS dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

“LPS hadir untuk menjamin dan meyakinkan publik bahwa meskipun bank tutup, simpanan mereka tetap aman,” jelas Fuad. Wilayah kerjanya mencakup 14 provinsi di Sulawesi, Maluku, Papua, dan Papua Barat.

Sementara itu, hadir secara langsung, Deputi Kepala Kantor Perwakilan LPS Wilayah 3 Sulampua, Prayitno Amigoro, menjelaskan bahwa LPS hadir untuk memberikan rasa aman kepada nasabah perbankan.

Dijelaskan Prayitno Amigoro, Lembaga yang resmi beroperasi sejak 22 September 2005 ini memiliki tiga tugas utama: menjamin simpanan nasabah, melakukan resolusi bank, dan melakukan penjaminan polis asuransi.

“Kehadiran LPS memberikan rasa aman kepada masyarakat yang menyimpan dananya di perbankan, terutama apabila bank tempat menyimpan dana mengalami kegagalan,” ujarnya.

Ia merinci besaran jaminan yang diberikan, yaitu senilai Rp2 miliar per nasabah per bank. Penjaminan ini berlaku dengan syarat yang dikenal sebagai 3T: simpanan harus tercatat di pembukuan bank, suku bunganya tidak melebihi ketetapan LPS, dan nasabah tidak terlibat kecurangan.

“Jika 3T ini sudah terpenuhi, nasabah tidak perlu khawatir,” tegasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, Selain fungsi penjaminan, LPS juga mendorong perbankan untuk lebih agresif menyalurkan kredit produktif kepada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung perekonomian.

Melalui forum ini, Prayitno berharap media dapat menjadi mitra dan penyambung informasi yang efektif dalam mengedukasi masyarakat. “Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan literasi keuangan, mencegah kepanikan publik terhadap isu perbankan, dan mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan keuangan formal dengan percaya diri,” ucapnya. (*)

 

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat