Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Membangun Aparatur Tangguh, Pelatihan Dasar Manajemen Bencana di Mamuju

Mamuju, Katinting.com — Dua belas aparatur sipil negara (ASN) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat mengikuti Pelatihan Dasar Manajemen Bencana (DMB) 2026. Kegiatan yang diselenggarakan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Sulbar berlangsung 20–24 Juli di kantor KONI Provinsi Sulawesi Barat, Mamuju.

Peserta terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pegawai dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu. Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, mengatakan pelatihan ini merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi ancaman bencana.

“Penguatan kapasitas aparatur adalah kunci keberhasilan penanggulangan bencana. Sesuai arahan Gubernur, seluruh personel BPBD harus memiliki kompetensi memadai agar mampu memberi pelayanan cepat, tepat, dan profesional saat bencana,” ujar Yasir Fattah.

Pelatihan DMB menyajikan pemahaman menyeluruh tentang siklus penanggulangan bencana: pencegahan dan mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi, serta koordinasi lintas sektor sesuai ketentuan perundang‑undangan. Selain aspek teknis, program ini menekankan pembentukan karakter aparatur yang tangguh, kemampuan analisis risiko, dan kerja kolaboratif.

Dalam upaya membudayakan kesiapsiagaan, BPBD Sulbar juga mendampingi simulasi evakuasi di Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Wilayah Sulawesi Barat pada Minggu, 19 Juli. Pendampingan dipimpin Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sulbar, Ulfian, bersama timnya.

Menurut Yasir Fattah, simulasi itu bagian dari komitmen pemerintah provinsi membangun masyarakat dan aparatur yang tangguh menghadapi potensi bencana. Tim BPBD memberikan materi kesiapsiagaan, mengarahkan prosedur evakuasi, memperkenalkan titik kumpul, dan melatih praktik evakuasi sesuai standar penanggulangan bencana.

Kegiatan simulasi dilaksanakan menindaklanjuti surat permohonan pendampingan dari BP2JK Sulbar untuk meningkatkan kapasitas pegawai menghadapi ancaman di lingkungan kerja. BPBD Sulawesi Barat menegaskan komitmennya memperluas edukasi, pelatihan, dan simulasi kebencanaan di instansi pemerintahan, lembaga swasta, dan masyarakat sebagai upaya mewujudkan Sulawesi Barat yang tangguh melalui kolaborasi seluruh elemen. (*/FA)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat