Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

SDK : Pengabdian Itu Tidak Mengenal Strata

Dr. H. Suhardi Duka, MM dan Hj. St. Sutinah Suhardi. (Foto : Zulkifli)

Mamuju, Katinting.com – Bentuk apresiasi atas penghargaan sebagai Tokoh Pengabdian Masyarakat dalam ajang Indonesia Awards 2018, oleh salah satu stasiun TV Swasta Nasional di Jakarta, beberapa waktu lalu, puluhan warga menjemput dengan meriah Dr. H. Suhardi Duka, MM., saat tiba di bandara Tampa Padang Mamuju. Selasa (20/11).

Mantan Bupati Mamuju dua periode yang juga ketua Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Sulawesi Barat (MPW PP Sulbar) tersebut diapresiasi banyak pihak.

“Kita apresiasi sekali dengan penghargaan yang diterima oleh bapak Ketua MPW kita. Dan hari ini kita dari Pemuda Pancasila turun menjemput beliau (Suhardi Duka),” ujar Ketua Majelis Pimpinan Daerah (DPD) PP Kabupaten Mamuju, Hj. St. Sutinah Suhardi.

Karena memang kita tahu, sambung Sutina, selama beliau menjabat sebagai Bupati Mamuju dua periode, banyak sekali perubahan yang dilakukan untuk pembangunan daerah ini, contohnya di bidang pendidikan dan kesehatan, ungkapnya.

Atas penghargaan yang diberikan kepada SDK, sapaan akrab Suhardi Duka, Sutinah berujar, ini akan menjadi pendorong PP untuk terus rutin melakukan pengabdian kepada masyarakat.

“Kita yah seperti kemarin-kemarin ini, program yang kita lakukan untuk kemanusiaan, tetap tiap bulan Insha Allah rutin kita lakukan dan dengan adanya penghargaan untuk ketua MPW kami yaitu sebagai pendorong kami untuk melakukan hal yang demikian,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, SDK mengaku senang atas apa yang dilakukan oleh PP, untuk meluangkan waktunya menjemput di bandara.

“Hari ini saya dijemput oleh teman-teman Pemuda Pancasila atas apresiasi setelah menerima penghargaan award 2018 sebagai tokoh pengabdian kepada masyarakat,” akunya.

SDK menyampaikan, pengabdian kepada masyarakat harus betul-betul tulus. Karena mengabdi kepada masyarakat tidak ada batasannya, baik sebagai pejabat formal ataupun nonformal.

“Sepanjang pengabdian itu tulus, pasti ada nilai. Nilai itu bukan pada orang yang mengabdi, tetapi kepada publik atau lembaga. Dan hari ini saya diberi nilai oleh Inews TV untuk mendapatkan tokoh dari sekian banyak tokoh nasional atas pengabdian saya selama ini baik sebagai ketua DPRD, bupati maupun sebagai swasta saja,” jelasnya.

Meski saat ini tak menjabat sebagai salah satu pejabat dalam lingkup pemerintahan didaerah, setelah selesai menjabat sebagai Bupati Mamuju dua periode, SDK terus bergerak dalam memajukan daerah. Hal itu dikarenakan telah jadi komitmen dalam dirinya untuk tetap mengabdi kepada masyarakat.

“Itu komitmen yang paling dalam. Saya kira pengabdian itu tidak mengenal strata, pengabdian itu universal. Jadi kalau kita ingin mengabdi kepada siapa saja, saya tidak melihat siapa dia tapi melihat apa kepentingannya (yang diinginkan masyarakat),” katanya

“Siapapun boleh kita bantu sejauh ketulusan dan kemampuan kita. Baik itu dari sisi sains (pendidikan) maupun dari sisi materi yang kita punya,” tambahnya.

Selain itu, dirinya juga berpesan, dalam menghadapi pemilihan presiden dan legislatif pada tahun 2019 mendatang, agar pihak-pihak yang berkepentingan untuk menjalankan demokrasi yang sejuk.

“Saya ingin presiden itu nanti terpilih presiden nya bangsa Indonesia, presiden dari seluruh agama yang ada di Indonesia. Kita jangan terbelah,” pesannya

“Begitu juga nanti, saya kalau ada yang pilih, jangan hanya satu umat saja pilih, saya ingin mewakili Sulawesi Barat secara keseluruhan. Itu yang paling penting,” tutupnya.

Suhardi Duka saat disambut di bandara Tampa Padang. (Foto : Zulkifli)

(Zulkifli)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat