
Mamuju, Katinting.com – Kepala Bidang Kepemudaan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulbar Hasdiq Ramadhan mengatakan pergantian peserta Paskibra perwakilan Sulbar ditingkat Nasional hanya diberikan waktu satu hari kerja untuk melengkapi persyaratan sehingga terjadi kelalaian di pihaknya.
Baca juga : Dinilai Janggal dan Diskriminasi, Kawal Tuntas Persoalan Kristina-Arya
Katanya, terjadi diskresi saat hasil swab PCR Arya Maulana Mulya dan Kristina dinyatakan positif. Saat melaporkan bahwa dua perwakilan mereka terpapar Covid-19, Kemenpora mendesak mereka agar perwakilan Paskibra dari Sulbar sudah harus di Jakarta pada hari Selasa dan waktu mereka saat itu cuma dua hari mempersiapkan pengganti.
Ditambah lagi saat itu, setelah PCR Arya dan Kristina keluar, seluruh staf-stafnya yang ikut terlibat proses ini melakukan isolasi mandiri karena merupakan kontak erat dan bahkan ada yg terpapar, sehingga mereka tidak maksimal menangani dalam bekerja.
“Saya pikir-pikir itu tidak mampu kita ini hari Selasa disana, artinya cuman Senin kita punya waktu, hari Minggu itu tidak dihitung karena libur. Sementara ada dua yang tidak bisa diwakili, general check up dan PCR,” kata Hasdiq Ramadhan saat dihubungi Katinting.com, Jumat (30/7) malam.
Saat itu, saat berkoordinasi dengan salah satu staf di Dispora Kabupaten Mamasa sekaitan dengan batalnya Kristina berangkat ke Jakarta, dalam komunikasi itu Hasdiq mengaku sempat menyampaikan keluhnya bahwa bisa jadi tidak ada perwakilan Sulbar karena waktunya sempit, apalagi general check up yang cuma bisa dilakukan di Makassar dan memakaan waktu serta swab PCR.
Baca juga : Curahan Hati Nuraliyah Usai Digagalkan Langkahnya Menuju Istana Sebagai Paskibraka
“Terus pihak Dispora Mamasa bilang, ‘saya tanya dulu cadangan yang disini pak’, saya bilang lagi coba dulu Bu. Ditanya cadangannya, (Anggi) ternyata siap. Terus saya sampaikan konsekuensinya bahwa semua itu harus biaya sendiri. Di ia kan lagi,” ungkapnya.
Mendengar jawaban itu, Kabid Kepemudaan Dispora Sulbar ini menyampaikan lagi ke Dispora Mamasa bahwa biaya transportasi, general check up dan PCR mandiri itu ditanggung sendiri oleh peserta Paskibra yang bersedia.
“General check up satu juta lebih, PCR mandiri 900 sampai satu juta. Terus dia bilang mereka siap. Saya bilangi lagi apa alasannya sampai siap? Ibu ini bilang ia sudah menghubungi salah satu dokter Lab. di Makassar, yang penting sudah di Makassar hari Minggu maksimal Senin jam 7 malam rampung semua mulai dari PCR sampai general check up,” sebutnya.
“Ini yang meyakinkan saya bahwa peserta Mamasa ini betul-betul siap karena sudah berkomunikasi dengan dokter,” tambahnya.
Setelah mendapat jawaban tersebut, Hasdiq menyampaikan ke Kadispora bahwa salah satu cadangan yang juga dari Kabupaten Mamasa siap berangkat ke Jakarta.
“Saat itu mungkin Pak Kadis berfikir bahwa kami sudah menghubungi Pasangkayu. Jadi dia bilang ya sudah, itu saja. Ternyata begini jadinya,” ujarnya.
Padahal, pihaknya saat itu belum menghubungi Dispora Kabupaten Pasangkayu. Diketahui, dalam berita acara hasil keputusan tim seleksi Paskibraka tingkat Nasional Provinsi Sulbar tahun 2021, cadangan Kristina adalah Nuraliyah dari Pasangkayu. Katanya, Anggi cadangan kedua namun tidak disebutkan dalam berita acara tersebut.
“Disinilah kelalaian kita itu, kita tidak menghubungi (Dispora) Pasangkayu karena kita sudah merasa lega, perwakilan Sulbar tidak kosong,” akunya.
Barulah pada Minggu setelah mendapat pengganti Kristina, pihaknya menghubungi Dispora Pasangkayu. Diakui nya, Dispora Pasangkayu kecewa. Namun setelah memberikan penjelasan akhirnya pihak Dispora Pasangkayu pun dapat menerima.
“Akhirnya, dari Dispora Pasangkayu bilang, ‘ya biarlah mau diapa sudah berangkat itu’, jadi kami anggap itu sudah aman,” sebutnya.
Hasdiq juga menyebutkan telah menyampaikan permintaan maaf kepada orang tua Nuraliyah. “Betul-betul kami waktu itu dalam kondisi blank, dikejar waktu akhirnya tidak bisa berfikir lagi. Karena 4 orang yang positif saat itu. Jadi kita tidak berfikir normal. Saya minta maaf, karena kita betul-betul lupa saat itu,” tutup Hasdiq Ramadhan.
(Zulkifli)






