
Pasangkayu, Katinting.com – Ialah Nuraliyah, siswi SMAN 1 Pasangkayu yang batal berangkat ke Istana Negara guna mewakili Provinsi Sulawesi Barat sebagai Paskibraka.
Ada dua anggota Paskibraka mewakili masing-masing provinsi seluruh Indonesia. Nuraliyah merupakan cadangan Paskibraka yang namanya tercantum dalam daftar berita acara.
Itu sesuai dengan keputusan tim seleksi Paskibraka tingkat nasional Provinsi Sulawesi Barat. Masing-masing dua laki-laki dan dua perempuan. Dua di antaranya merupakan utama sedang lainnya sebagai cadangan.
Namun yang menjadi soal dan sedang berpolemik, yakni salah satu peserta utama, Kristina dari Kabupaten Mamasa dinyatakan batal berangkat sebab diduga positif Covid-19.
Tapi anehnya, Nuraliyah dari Kabupaten Pasangkayu sebagai cadangan yang mestinya menggantikan Kristina, justru terdepak karena tiba-tiba muncul nama lain. Sehingga keputusan itu dianggap kontroversi.
Nuraliyah dalam wawancara dengan media di salah satu cafe di Pasangkayu, mengaku sangat terpukul dan malu setelah ia mengetahui informasi ada nama selain dia yang menggantikan Kristina.
Dalam usianya yang masih remaja, ia terlihat bingung dengan apa yang terjadi pada dirinya. Ia juga merasa sedih karena tak bisa membanggakan keluarga sekolah dan daerah.
Pastilah syok. Saya sangat kecewa dan sedih mendengar kabar bahwa pengganti Kristina bukan saya, tapi nama lain. Padahal, namanya tidak tercantum, curhat Nurlaliyah. Rabu, 28 Juli 2021.
Syukri, orang tua Nuraliyah menjelaskan bahwa ia menghubungi pihak Dinas Pemuda dan Olaharaga Sulawesi Barat melalui Hasdiq Ramadhan (tim seleksi) untuk menanyakan soal keputusan panitia.
Menurut Syukri, alasan terkait keputusan itu tidak mendasar dan mengada. Pasalnya, Hasdiq mengaku sudah berusaha menghubungi keluarga Nuraliyah, tapi tidak pernah tersambung.
“Katanya (Hasdiq) sudah berusaha menghubungi kami, tapi saya cek HP saya tidak ada panggilan masuk dari dia. Dia sampaikan ke saya kalau waktu itu dia blank (bingung). Sehingga lupa kalau ada cadangan,” tutur Syukri.
Atas peristiwa ini, tambah Syukri, sangat menyayangkan keputusan panitia. Ia pun tetap berharap masih ada jalan untuk Nuraliyah menuju istana sebagai anggota Paskibraka.
Arham Bustaman






