Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Pemkot Bontang Desak Perusahaan Hapus Syarat Usia dan Pengalaman, Dorong Job Fair Lebih Inklusif

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni

Katinting.com, Bontang – Pemerintah Kota Bontang mendesak agar perusahaan mulai meninggalkan praktik diskriminatif dalam proses rekrutmen tenaga kerja. Syarat batas usia dan pengalaman kerja yang kerap tercantum dalam lowongan dinilai sebagai penghambat utama masuknya lulusan baru dan pencari kerja dari kalangan usia produktif.

Pernyataan ini disampaikan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, saat membuka pelaksanaan Job Fair 2025 yang digelar di Koperasi PKT, Selasa (22/7/2025). Neni bilang, perusahaan semestinya memberikan ruang bagi seluruh kelompok usia kerja, terutama generasi muda yang baru lulus pendidikan.

“Jangan lagi ada syarat pengalaman kerja. Lulusan baru juga butuh kesempatan. Kalau semua minta pengalaman, kapan mereka akan punya pengalaman itu?” ujarnya.

Ia juga menyoroti ketentuan batas usia minimum dan maksimum dalam perekrutan, yang dinilai mempersulit banyak warga Bontang untuk mendapat pekerjaan formal.

“Kita harus berani ubah cara berpikir. Yang penting mereka siap kerja, bersertifikat, dan punya semangat,” tegasnya.

Pemkot Bontang, melalui Dinas Ketenagakerjaan, disebut tengah memperkuat program sertifikasi untuk para pencari kerja. Hal tersebut dinilai penting agar tenaga kerja lokal mampu bersaing di pasar kerja terbuka, termasuk menghadapi era industri IKN.

“Pemerintah wajib hadir menyiapkan SDM kita agar siap kerja, salah satunya lewat sertifikasi,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Neni juga mengapresiasi rencana pembangunan ruang pelatihan underwater welding oleh BLKI Kaltim di Bontang. Ia menilai program tersebut sangat strategis, mengingat kebutuhan tenaga las bawah laut di tingkat nasional dan internasional masih tinggi.

Untuk mendukung program tersebut, Pemkot menyatakan akan menghibahkan lahan kepada BLKI Provinsi Kaltim. Neni bahkan langsung menginstruksikan dinas terkait untuk segera memproses dokumen hibah agar pembangunan fasilitas bisa segera dimulai.

“Lahan itu tetap di Bontang. Justru dengan pelatihan ini, kita akan punya keunggulan nasional,” ungkapnya.

Lebih jauh, Neni berharap kehadiran pelatihan underwater welder akan membawa multiplier effect bagi ekonomi lokal, menciptakan peluang kerja baru, dan memperkuat branding Bontang sebagai kota industri yang siap bersaing di era baru.

“Jangan alergi dengan kata hibah jika untuk kemajuan kota. Kita justru mendapat manfaat luar biasa dari pelatihan ini,” pungkasnya. (Re)

Share: