banner 728x90

Pasangkayu Gerhana Total 100%, Warga Jadikan Masjid Madaniah Tempat Berkumpul

banner 728x90
Pasangkayu Gerhana Total 100%, Warga Jadikan Masjid Madaniah Tempat Berkumpul

Bupati Matra saat menyaksikan Gerhana Total 100% di Masjid Madaniah Pasangkayu

Katinting.com, Pasangkayu – Peristiwa Gerhana Matahari Total (GMT) sampai 100 persen, yang berlangsung Rabu pagi tadi 9 Maret, selama ini paling getol dikabarkan hanya terjadi di Palu Sulteng dan beberapa kota besar lainnya, dan hal inipun mengecoh sebagian warga Matra yang kemudian memilih menuju ke Palu untuk menyaksikan GMT.

Padahal Matra sendiri rupanya menjadi salah satu wilayah yang dilalui oleh GMT, dan merupakan satu-satunya kabupaten di Sulbar. Hanya saja memang selain kurang terpublikasi juga tidak ada event spesial yang disiapkan oleh pemerintah setempat untuk menyambut GMT tersebut.

Untuk menyaksikan GMT, Bupati Matra Agus Ambo Djiwa, serta warga Pasangkayu lainnya memilih tempat di masjid Madaniah Pasangkayu. Masjid terbesar di Matra ini dipilih sebab lokasinya dinilai strategis dan berada pada lahan yang amat terbuka. Ada sekira ratusan warga berkumpul disana.

Sejak sekira pukul 06.00 wita warga Matra mulai berbondong-bondong menuju masjid berlantai dua itu. Sebelum matahari benar-benar tertutup oleh bulan, bupati dan warga lainnya menyempatkan diri melaksanakan sholat sunnah gerhana.

GMT di Matra berlangsung dalam kondisi cuaca cerah, sehingga warga begitu leluasa menyaksikan peristiwa unik dan langka tersebut. Berbagai peralatan digunakan untuk melihat secara langsung GMT, mulai dari kacamata yang memang khusus dibuat untuk itu, hingga rol negatif film.

Bulan “memakan matahari” secara total dimulai sekira pukul 08. 36 dan berlangsung hingga sekira dua menit lebih. Membuat langit menjadi gelap layaknya malam hari. Cahaya korona matahari begitu indah terlihat.

Sebagian warga memekikan takbir dan tahmid menyaksikan hal itu, dan tidak sedikit diantara mereka bahkan menitikan air mata. Peristiwa ini memang membuat buluk kuduk warga yang menyaksikan menjadi merinding.

“Tadi Alhamdulillah saya bersama warga menyempatkan diri untuk sholat gerhana. Gerhana di Matra justeru agak lebih lama dari pada yang di Palu, namun memang karena Matra bukan tempat wisata jadi tidak ada event yang kami lakukan,” terang Bupati Matra Agus Ambo Djiwa. (Joni)

Bagikan
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.