Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

NU Sulbar Solid Usung Gus Yahya di Muktamar NU Ke-34

KH. Adnan Nota, Ketua PWNU Sulbar. (SS)

Mamuju, Katinting.com – Ketua PWNU Sulbar, KH Adnan Nota menegaskan dukungan kepada Gus Yahya pada muktamar NU ke-34 di Lampung 23-26 Desember mendatang.

Kepala Kemenag Mamasa ini menilai sosok Gus Yahya sebagai figur muda yang cocok memimpin Nahdatul Ulama. Menurut dia, saudara kandung Menteri Agama itu punya jaringan luas, cerdas, dan progresif.

“Hari ini NU tidak lagi bicara relasi agama, negara, dan budaya. Kami anggap itu sudah selesai. Hari ini NU bicara bagaimana mengisi peradaban dunia,” ujar Adnan saat dihubungi Katinting.com via telpon, Rabu (13/10/2021)

Gus Yahya punya darah kepemipinan dan ulama, lanjut Adnan, jadi tak perlu lagi diragukan. Selain itu, dia juga dikenal sebagai ulama muda yang melek perkembangan dunia.

“Inysa Allah kami tidak salah pilih, enam PCNU dan NU Sulbar tidak salah menjatuhkan pilihan pada Gus Yahya untuk periode 2021-2026,” ungkapnya.

Jika resmi terpilih, Adnan berharap Gus Yahya bisa membuka ruang untuk kader di tingkat grassroot. Tujuannya agar, ribuan kader bisa berdaya di tengah persaingan global yang makin ketat.

Said Aqil Sudah Cukup

Meskipun tak ada larangan melanjutkan kepemimpinan di NU. Namun menurut Adnan, KH Aqil Siraid sudah saatnya berisitirahat, karena NU butuh regenerasi.

“Beliau luas biasa membawa NU sampai hari ini, tapi bukan berarti harus dikungkung. Insya Allah dia akan menjadi bagian sejarah di NU,” ungkapnya.

Siapa Gus Yahya?

Dikutip dari Kumparan.com, Gus Yahya lahir di Rembang Jawa Tengah pada 16 Februari 1966. Gus Yahya kini menjabat Katib Aam PBNU, di jabatan publik ia pernah menjabat Jubir Gus Dur hingga Wantimpres Jokowi di 2018.

Gus Yahya merupakan kakak dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qaumas (Gus Yaqut). Mereka memang lahir dan besar dari keluar santri.

Pendidikan formal Gus Yahya di Pesantren. Ia pernah menjadi murid KH. Ali Maksum di Madrasah Al-Munawwir Krapyak di Yogyakarta. Di jenjang perguruan tinggi, Gus Yahya melanjutkannya di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Gadjah Mada.

Ayah Gus Yahya merupakan tokoh NU sekaligus salah satu pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yaitu KH. Muhammad Cholil Bisri. Ibunya bernama Muchisnah. Selain itu, Gus Yahya juga merupakan keponakan dari Pengasuh Pondok Raudlatut Thalibin, KH Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus.

Gus Yahya dibesarkan dalam tradisi keilmuan dan budaya Nahdliyin, tercatat ia bahkan pernah menjadi pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Tholibin, Rembang, Jawa Tengah.

(Anhar)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat