Mamasa, Katinting.com – Diberitakan sebelumnya, jumat (17/3/23), puluhan guru di Mamasa turun ke jalan guna menuntut gaji sertifikasi yang belum terbayarkan sejak tahun 2022.
Baca juga : Tuntut Pembayaran Gaji, Guru Honorer Demo di Kantor Bupati Mamasa
Namun di sisi lain Kepala dinas Pendidikan Kabupaten Mamasa, Rusli mengeluarkan surat edaran yang diduga mengintimidasi para guru untuk tidak ikut berdemo.
Dalam isi surat yang beredar, Kepala dinas Pendidikan menghimbau guru untuk tidak ikut dalam demontrasi atau unjuk rasa sehubungan dengan tidak terbayarnya tunjangan sertifikasi dan honor mereka.
Diapun membenarkan jika salah satu tujuan surat itu untuk mencekal mereka turun melakukan aksi cukup perwakilan mereka yang menyampaikan aspirasinya apalagi banyak sekolah yang sedang melakukan ujian sekolah.
“Tujuan surat itu agar jangan mogok kerja apalagi mau liburkan sekolah,” jelas Rusli sabtu (18/03/23) tadi
Rimawati salah satu aktivis kabupaten Mamasa yang juga berprofesi sebagai guru pengajar di SMP 2 Mamasa menentang keras surat edaran tersebut.
Kata dia, surat edaran yang di keluarkan oleh kepala dinas pendidikan suatu intimidasi atau bertujuan mencekal para guru untuk tidak ikut demonstrasi
“Itu intimidasi dengan tujuan mencekal kami untuk ikut demonstrasi menuntut hak-hak kami yang mereka selewengkan,” tandas Rimawati.
Dia pun dengan tegas menyatakan sikap jika dengan adanya surat tersebut, mereka tidak akan gentar untuk menyuarakan hak mereka.
“Kami tak gentar dengan surat itu kecuali penjilat,” tutupnya.
(Jeje)






