Unjukrasa di depan kantor Dispora Sulbar, Senin (2/8). (Dok. Zul)
banner 728x90

Mamuju, Katinting.com – Tindak lanjut aksi Aliansi Pemerhati Keadilan Generasi Muda Provinsi Sulbar pada 2 Agustus 2021, yang menuntut Kadispora Sulbar dan Kabid Kepemudaan untuk dicopot, meminta Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar untuk tidak diam saja.

BACA JUGA : Gubernur Sulbar Diminta Ikut Bertanggung Jawab Polemik Utusan Paskibraka

Dalam rilisnya yang diterima Katinting.com, Sabtu (6/8), dijelaskan, berdasarkan pertemuan massa aksi yang difasilitasi ketua DPRD Sulbar Hj. St. Suraidah Suhardi yang juga dihadiri pihak Komisi IV, menghadirkan Kadispora Sulbar Muh. Hamzih mengakui adanya kelalaian yang dilakukan, salah satunya yaitu melakukan pergantian sepihak calon anggota Paskibraka Nasional tanpa kemudian mengkonfirmasi cadangan asal Kabupaten Pasangkayu, Nuraliyah yang seharusnya orang pertama dikonfirmasi dengan mengacu berita acara Surat Keputusan Penerimaan Calon Paskibraka Nasional yang ditanda tangani oleh Muh. Hamzih selalu Kadispora dan tim seleksi.

“Atas pengakuan tersebut, jelas sekali ada kesalahan yang dilakukan, bahkan secara terang terangan menyampaikan kepada massa aksi atas kelalaian mereka lakukan, dan kepala dinas mengaku bertanggung jawab,” sebut Sopliadi, Kordum Aliansi.

BACA JUGA : Polemik Utusan Paskibraka Nasional, Pihak Dispora Sulbar Akui Lalai

Lanjut dijelaskan, saat hasil tes swab PCR Kristina dan Arya keluar dinyatakan positif, pihak Dispora tidak menunjukkan rasa tanggung jawab untuk membantu memfasilitasi selayaknya proses penanganan pasien covid. Karena peserta datang atas tanggung jawab Dispora calon peserta Paskibraka Nasional. Kemudian setelah itu pulang begitu saya ke kampungnya masing-masing. Justeru terkesan lepas tangan dengan mengaku bahwa setelah covid (positif) itu tugasnya Satgas. Jelas sekali tidak bertanggung jawab.

Selain itu, kami menunggu keseriusan penanganan lapoiran oleh Ombudsman, sebagai penanganan sengketa permasalahan dalam birokrasi yaitu dugaan mal administrasi ataukah terdapat unsur pidana. Dan kami akan laporkan kepada pihak yang berwajib dalam hal ini Polri atau Kejati untuk ditindak lanjuti.

“Seharusnya pihak Dispora atas tuntutan kami, dan pengakuannya secara gentleman mundur dari jabatannya. Legowo meninggalkan kantor Dispora Sulbar bukan mempertahankan diri, dengan dalih menunggu sikap gubernur. Karena perbuatannya sudah jelas merusak citra Pemprov Sulbar, citra Provinsi Sulawesi Barat, dan melukai rasa keadilan serta menginjak nilai kemanusiaan,” terang Sopliadi yang juga ketua umum HMI Cabang Manakarra.

Ia memastikan, jika tuntutannya tidak di indahkan oleh Gubernur Sulbar, Ali Baal, diantaranya pencopotan Kadispora Sulbar dan Kabid Kepemudaan akan aksi lagi .

Malaqbi pau (tutur) dan malaqbi kedo (perilaku) harus ditunjukkan dalam sikap nyata, bukan hanya slogan. Jelas dalam logo Sulbar dituliskan mellete diatonganan telah di nodai Kadispora Sulbar yang oleh Muh. Hamzih katanya pejuang Sulbar. Jelas Sopliadi.

BACA JUGA : Demo Polemik Paskibraka, Dianggap Bikin Malu Kadispora Sulbar Diminta Mundur

Menanggapi tuntutan pencopotan dirinya Muh. Hamzih menyampaikan. Sebagai pemimpin Dispora siap untuk dicopot. Dan diproses secara hukum. “Tidak ada masalah bagi saya, saya tidak pernah salah kok. Dan saya tidak pernah merasa berbuat salah kepada mereka. Karena saya tidak pernah main-main dengan ini, haram bagi saya bermain-main dengan persoalan paskirabraka,” ucap Hamzih ditemui usai di demo dikantornya, Senin (2/8).

“Silahkan tanya Pak Gubernur. Saya no problem,” ucapnya.

Ditanya soal kesiapan mundur ia menjawab, “Saya tidak mungkin mundur karena ada mekanisme yang kita lewati,” ucapnya.

(Anhar)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here