Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Jeli Melihat Peluang di Tengah Pandemi Covid-19

Dok. Istimewa

MENJELANG peringatan HUT RI ke-76, Syarifuddin (25) tengah sibuk membuat desain didepan komputer miliknya. Kali ini desainnya bertemakan tentang HUT RI.

Di ruangan berukuran sekira 4×6 meter itu nampak anggotanya juga sibuk memasukkan sebuah pakian polos kedalam mesin yang menempelkan desain ke pakian. Satu angotanya lagi sibuk melipat lalu di masukkan kedalam sebuah kantong plastik.

Mereka sedang sibuk menyelesaikan pesanan konsumen untuk dipakai pada momentun HUT RI ke-76 yang jatuh pada Selasa, 17 Agustus 2021.

Di masa pandemi saat ini, mendapatkan pesanana yang banyak dari konsumen tentu merupakan suatu kebahagiaan tersendiri bagi pelaku usaha.

Ya, kita ketahui bersama, Pandemi Covid-19 yang masih mewabah sampai saat ini betul-betul berdamapak pada perekonomian masyarakat. Bahkan beberapa pelaku usaha terpakasa gulung tikar karenanya. Pelaku usaha yang tak menginginkan usahanya bangkrut, harus memutar otak agar ladang pemasukannya tak tutup.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Baraqqa sablon (@baraqqa_sablon)

Hal ini begitu dirasakan betul Syarifuddin, salah seorang pelaku usaha Sablon baju di Mamuju. Sebelum pandemi, Covid-19, sebanyak 500 sampai 600 baju di produksi. Namun disaat pandemi hanya mencapai 200 sampai 300 baju.

Berkurangnya pemesanan ini dikarenakan Covid-19 yang berdampak pada ekonomi masyarakat sehinga membuat pemilik Baraqqa’ Sablon yang sebelumnya diberi nama sablon RS25ART Mamuju ini harus se-kreatif mungkin membuat desain baju agar menarik perhatian konsumen untuk memesan.

Dengan pemanfaatan media sosial sebagai tempat promosi, Pujek sapaan akrabnya jeli melihat momen yang sedang ramai dibahas dikalangan masyarakat dan menjadikannya sebuah desain di pakaian.

“Sekarang, harus ki’ pandai liat momen untuk dijadikan desain di baju supaya menarik konsumen untuk memesan baju,” kata Pujek kepada Katinting.com Rabu (18/8).

Pujek memberi contoh, diakhir tahun 2020, disaat pemerintah mewacanakan untuk vaksinasi untuk mencegah penyebaran virus di tahun 2021, Ia langsung membuat desain dengan tulisan “2021 Era Vaksin” lalu dipromosikan melalui media sosial. Meski desainnya sederhana, namun banyak konsumen yang tertarik dengan desain itu.

Desain baja Baraqqa Sablon

“Alhamdulillah banyak yang pesan itu baju. Karena itu juga sebagai promosi bahwa di tahun 2021 ini eranya Vaksin,” ungkapnya.

Banyak desain yang dicipatakannya itu menarik perhatian konsumen. pelaku usaha yang beralamat di jalan Husni Thamrin, Mamuju itu selalu harus selalu up-date melihat peluang tentang apa saja yang marak diperbincangkan lalu membuat sebuah desain.

Dimasa pandemi ini, ia juga selalu membuat desain-desain pakaian sekaitan tentang pencegahan Covid-19. Katanya, melalui desain-desain itu juga sebagai bentuk kampanye kepada masyarat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, dengan harapan pandemi Covid-19 segera berlalu.

“Selain pemerintah yang berjuang melawan Covid-19 ini, kita juga sebagai masyarakat harus mengabil peran didalamnya,” sebut Pujek.

Selain harus dituntut membuat desain semenarik mungin untuk menarik konsumen. Pria berusia 25 tahun itu juga selalu menjaga kualitas produksinya meski harga satuannya terbilang terjangkau. Mulai dari Rp80.000 sampai Rp100.000 per baju, tergantung dari kerumitan desain dan penggunaan warna. Baraqqa Sablon juga menerima desain dari pemesan baik dalam bentuk satuan maupun lusinan.

Guna meminimalisir penyebaran Covid-19, Pujek juga begitu menerapkan protokol kesehatan. Ia lebih banyak berkomunikasi dengan konsumen melalui media sosial. Dia juga menyiapkan tempat cuci tangan didepan pintu masuk rumahnya. Hal ini dilakukan agar konsumen yang datang ke lokasi usahanya dalam keadaan bersih dengan harapan terbebas dari Covid-19.

(Zulkifli)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat