Mamasa, Katinting.com – Kabupaten Mamasa kembali memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 pada 11 Maret 2025. Sejak resmi berdiri pada tahun 2002, perjalanan panjang telah dilalui oleh para pendiri (Founding Father) untuk membangun daerah ini. Kini, Mamasa dikenal sebagai salah satu penghasil kopi terkemuka di Sulawesi Barat, dengan julukan Kondosapata Waisapalelean.
Di usia yang tak lagi muda, Kabupaten Mamasa dihadapkan pada berbagai tantangan dan harapan masyarakat. Isu defisit anggaran kerap menjadi perbincangan, sementara sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata terus diupayakan menjadi primadona pembangunan. Di pundak pemerintahan yang baru terpilih, harapan untuk memajukan dan mensejahterakan masyarakat Mamasa semakin besar, terutama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Reski Masran, anggota DPRD Kabupaten Mamasa dari Partai Gerindra, menyampaikan harapan besarnya bagi kemajuan daerah ini dalam momentum HUT ke-23. Menurutnya, seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) harus bersatu dan bekerja keras untuk mengatasi berbagai persoalan yang ada.
“Perusda perlu dibentuk untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sektor pertanian harus ditingkatkan, pariwisata dikembangkan, serta perikanan dan peternakan perlu mendapat perhatian serius,” ujar Reski Masran saat diwawancarai media, Selasa (11/3/2025).
Empat poin utama tersebut, menurut Reski, harus menjadi fokus pemerintah ke depan dalam membangun Mamasa. Ia juga berharap pemerintahan yang baru dapat bekerja secara efisien dan efektif untuk kemajuan daerah.
“Perjuangan tidak pernah berakhir, dan harus dibuktikan dengan tindakan nyata,” tegasnya.
Dengan semangat HUT ke-23, Reski Masran mengajak seluruh masyarakat dan pemerintah untuk bersama-sama membawa Mamasa ke arah yang lebih baik, sejahtera, dan berdaya saing. (Saldi)






