banner 728x90

 

Sekprov Sulbar saat memberi sambutan dn membuka Kongres II Ipmapus Sulbar
Sekprov Sulbar saat memberi sambutan dan membuka Kongres II Ipmapus Sulbar

Mamuju, Katinting.com – Pembukaan Kongres Ikatan Pelajar Mahasiswa Pitu Ulunna Salu (Ipmapus) Sulawesi Barat, yang Ke – II, mengusung tema Menguatkan Tali Silaturahmi Pa’pituan Dibumi Malaqbi, yang berlangsung diaula salahsatu hotel di Mamuju dihadiri sejumlah tokoh pemuda dan masyarakat, serta unsur pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.

Hadir Sekertaris Provinsi Sulbar H. Ismail Zainuddin, Wakil ketua DPRD Sulbar, Munandar Wijaya, Kepala Biro Umum Pemprov Sulbar, Safaruddin, politisi muda PKB Sulbar Muh. Iswar, Kepala Badan Diklat Sulbar Farid Wadji, tamu undangan lainnya, sejumlah pengurus pusat Ipmapus dan 5 cabang Mamuju, Polman, Majene, Mamasa dan Mateng, serta tamu undangan dari organisasi kepemudaan dan mahasiswa.

Kongres yang berlangsung dari tanggal 6-8 Desember 2016 itu memperebutkan posisi ketua umum untuk menjalankan roda organisasi dan sejumlah program kepengurusan yang baru.

Dalam orasi ilmiahnya, salah satu pendiri Ipmapus, Muh. Said mengutarakan bahwa pengurus pusat adalah batang tubuh organisasi, butuh singkronisasi semua pihak ditingkat cabang. “Dikepemimpinnnya, Ipmapus punya kapasitas dan pengetahuan. Secara kader telah mampu. Salah satunya dengan mampu berkontribusi untuk pembangunan asrama permanen.” Sebutnya.

Said pun berharap siapapun ketua nantinya, mampu membawa cita-cita Ipmapus. Sehingga ia meminta Ipmapus tidak hanya eksis diparlemen jalanan (aksi unjukrasa), tapi kembali kepada daerah PUS, sebagai mana tujuan ber-Ipmapus.

Sementara itu, Ketua yang akan demisioner, Moh. Naim Samad, berharap kongres akan berjalan dengan baik dan aman dan kepengurusan berikutnya akan lebih baik serta cabang-cabang yanga ada itu bisa mengawal daerah.

Naim, juga menekankan, moment Pemilihan Gubernur Sulawesi Barat agar Ipmapus bisa menjaga diri, “Tidak ada saya larang secara pribadi, karena sebagai warga negara itu punya hak. Ipmapus punya panggung politik sendiri, yaitu mesa kada dipotuho pantang kada dipomate,” Tuturnya.

Sedangkan, tokoh pemuda Mamasa yang kini menjabat sebagai wakil ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat, yang juga ketua kerukunan keluarga Pitu Ulunna Salu (PUS), Munandar Wijaya dalam sambutannya juga berharap Ipmapus bisa menjadi media yang bisa melahirkan pemimpin dimasa akan datang.

“Karena perjuangan sebenarnya bukan di Ipmapus, tapi pada tujuan itu.” pungkasnya.

Pria yang akrab disapa Nandar berharap, tetap teguh dan mengingat pada kata Mesa kada dipotuho pantang kada dipomate sebagai ikatan kekeluargaan dalam perspektif nasional itu berarti bersatu kita teguh bercerai kita runtuh, kalau beda pendapat, beda perspektif, beda pandangan marilah kita bersilturahmi dengan tujuan yang sama,” pintanya.

Ia juga menekankan pada tiga falsafah hidup yang selalu dipegang yakni Sipakatau, Sipakainga dan Sipakasalle. Sipakatau, saling menghargai sesama manusia, kita tidak bicara agama, ras atau golongan. Sipakainga, kalau ada saudara yang salah, saling mengingatkan, diberi saran dan masukan. Dan Sipakasalle, saling mendorong dan mendukung untuk kebaikan. Dimana dalam kongres bukan pembukaan penting, tapi bagaimana melahirkan kepemimpinan yang akan membawa Ipmapus lebih baik. Silahkan berkompetisi, saling dukung mendukung. Itu wajar sebagai sebuah perserikatan.

“Peganglah 3 prinsip hidup itu. Tantangan kedepan besar, kita harus membuat rantai emas apapun itu tidak bisa diputuskan,” pungkasnya.

Tak lupa Munandar mengingatkan untuk tidak mencampur adukkan urusan organisasi dengan politik.

Pada kesempatan yang sama, Sekertaris Provinsi Sulawesi Barat, H. Ismail Zainuddin yang buka acara Kongres II Ipmapus, dalam sambutannya menyampaikan poin penting dalam sebuah organisasi, menurutnya untuk apa melahirkan sebuah organisasi kalau tidak bermanfaat, sehingga ia merasa bangga, genap usia 8 tahun Ipmapus tetap bisa eksis dan memberi banyak manfaat.

“Kongres ini yang paling penting memilih pemimpin yang bisa memberi solusi.” ucapnya.

Ia juga menyampaikan, sebagai organisasi legal ia hadir mewakili Gubernur yang berarti Ipmapus diakui eksistensinya, sehingga banyak yang menyukai dan terlibat didalamnya. “Saya percaya. Ipmapus tetap ada dihati kami, Ipmapus tetap ada bersama kita mengawal pembangunan Provinsi Sulbar.” katanya.

Pada kesempatan tersebut Ismail Zainuddin juga akan tetap memberi bantuan untuk keberlanjutan pembangunan asrama Ipmapus. (Anhar Toribaras)

Bagikan
Deskripsi gambar...