Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Harga Terkendali, Stok Aman: Dinas TPHP Sulbar Pantau Pangan Hewani di Pasar Regional Mamuju

Mamuju, Katinting.com – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Sulawesi Barat bersama PT CIOMAS melakukan pemantauan ketersediaan dan harga bahan pangan asal hewan di Pasar Regional atau Pasar Baru Mamuju, Kamis (18/12/2025).

Pemantauan dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinas TPHP Sulbar, Nur Kadar, sebagai bagian dari langkah Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga dalam menjaga ketersediaan stok serta stabilitas harga pangan menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Nur Kadar menjelaskan, pengawasan komoditas peternakan dilakukan secara rutin, namun pada momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), pengawasan diperkuat untuk memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa bahan pangan asal hewan tersedia dalam jumlah cukup, aman, dan layak dikonsumsi.

“Pengawasan ini rutin kami lakukan, namun hari ini difokuskan untuk memastikan kesiapan stok dan kondisi pangan asal hewan menjelang perayaan Nataru,” ujar Nur Kadar.

Berdasarkan hasil pemantauan, secara umum ketersediaan bahan pangan asal hewan di wilayah Mamuju terpantau aman. Meski demikian, terdapat kenaikan harga pada komoditas tertentu, khususnya daging ayam. Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Nataru serta pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Alhamdulillah, rata-rata stok pangan asal hewan aman. Memang ada kenaikan harga pada beberapa komoditas, namun masih dalam batas wajar dan terkendali,” jelasnya.

Nur Kadar juga mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap ketersediaan bahan pangan menjelang akhir tahun. Ia mengajak masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan memanfaatkan pasar tradisional yang telah dilakukan pengawasan oleh pemerintah guna memastikan keamanan dan kualitas produk pangan. (*)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat