Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Diancam, Operator Alat Berat Terpaksa Rusak Baliho Tina-Ado

Kondisi baliho Bapaslon Tina-Ado yang dirusak. (Dok. Zulkifli)

Mamuju, Katinting.com – Baliho bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi-Ado Mas’ud (Tina-Ado) dari relawan Londong Dehata, yang berada depan kantor Bupati Mamuju, Jl. Soekarno Hatta, dirusak orang.

Pelaku perusakan baliho tersebut diketahui adalah seorang operator alat berat yang mengerjakan drainase di jalan Soekarno Hatta.

Katanya, ia terpaksa melakukan perusakan tersebut karena disuruh oleh orang yang ia tidak mengenalnya. Ia mengaku diancam kalau tidak merusak baliho dari tim relawan Tina-Ado, Londong Dehata.

“Ada orang na suruh ka’ rusak itu baliho nya Tina-Ado. Ciri-cirinya, botak botak, pendek, putih orangnya pakai mobil Avanza merah gemuk-gemuk juga orangnya,” kata Martinus.

Saat disuruh untuk merusak baliho tersebut, Martinus mengaku kaget. Sebab baliho tersebut masih dalam keadaan bagus. Namun kerena merasa takut, akhirnya ia melakukan perusakan tersebut.

“Dia bilang kasih rusak mi itu, tidak mau ka‘ itu pergi kalau tidak mu rusak i (baliho Tina-Ado). Na bilang, awas memang kalau tidak dirusak, takut ka’ juga jadi saya kasih rusak mi itu baliho,” ujarnya.

Ketua tim relawan Londong Dehata, Hasbi menuturkan ia mendapati balihonya rusak saat melintas dijalan Soekarno Hatta, pada Rabu (16/9) siang tadi. Mendapati balihonya rusak, ia mangaku kaget lalu menanyakan kepada operator alat berat yang sedang mengerjakan drainase.

“Dia minta maaf ke saya, saya bilang oke gantikan saja jangan diulang. Tapi begitu selesai, ternyata ada masukan masyarakat maupun operator ada oknum yang datang menyuruh baliho kami dirusak oleh operator pakai alat berat,” katanya.

Ketua tim relawan Mamuju Keren, Hajrul Malik setelah mendapat kabar atas kerusakan baliho tersebut, langsung menuju lokasi perusakan.

Setelah mendapatkan informasi di lokasi, pihaknya akan melakukan langkah hukum untuk melaporkan pelaku dan oknum yang menyuruh tersebut.

“Jadi saya kasi tau tolong ke operator suruh saja minta maaf. Tapi oleh dia (pelaku) mengaku ada yang suruh makanya saya turun. Kalau begitu kita bawa sekarang operator kita amankan di Polres dan barang bukti kita bawa kesana sekarang supaya di proses,” kata Hajrul Malik.

Sementara kasus ini sudah ditangani polisi untuk proses lebih lanjut.

(Zulkifli)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat