Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Di PKM Mamasa, Terbatas Jenis Obat Bisa Klaim BPJS, Pasien dan Keluarga Diberatkan

PKM Mamasa, Sulbar. (dok ist)

Mamasa, Katinting.com – Salah satu upaya pemerintah melaksanakan program jaminan sosial kesehatan, guna meringankan masyarakat dalam mendapatkan akses fasilitas sarana dan prasarana pengobatan saat sakit, melalui BPJS.

Hanya saja kemudian sejumlah peserta BPJS di Mamasa, justru mengeluhkan pelayanan ini, sebab misalnya di PKM Mamasa, Sulawesi Barat, sangat minim obat yang didaftarkan dalam klaim BPJS, sehingga pengadaannya pun juga tidak dilaksanakan, jadinya pesien dan keluarganya, harus mendapatkan obat dari apotik dengan cara berbayar.

Bahkan karena model pelayanan di PKM Mamasa, yang tidak menyediakan obat yang dapat diklaim melalui kepesertaan BPJS, maka justru patut diduga bila ada permainan di dalamnya, yang bermuara pada bisnis obat, untuk keuntungan pihak tertentu.

“Saya sudah dua hari rawat inap di PKM Mamasa ini, tapi kami sudah tiga kali diarahkan membeli obat di Apotik diluar PKM, alasannya, obat tidak tersedia di PKM” ungkap salah seorang pasien minta namanya diinisialkan yakni T (68).

Tentu Ia menyesalkan pelayanan yang didapatkan di PKM Mamasa, sebab dirinya adalah peserta BPJS Kesehatan Mandiri, dan rutin bayar iuran dari kepesertaannya setiap bulan.

“Tapi malah saat di berobat, harus mengeluarkan biaya tambahan, dengan dalih ada obat yang tidak ditanggung BPJS, dan harus beli di salah satu apotik yang telah ditentukan” ungkap pasien inisial T.

Selain masalah ketersedian obat bagi peserta BPJS Mandiri, soal lain adalah soal ketersediaan kamar perawatan, sebab pasien inisai T ini, mengaku sempat ditolak, dengan dalih ketersediaan kamar saat baru masuk (12/04).

“Namun selang beberapa saat kemudian, petugas memanggilnya lagi, dan menyampaikan bahwa kamar sudah ada yang kosong” tutur pasien.

Terpisah Yusuf Pualillin mengakui adanya sejumlah obat diresep oleh dokter di apotik diluar PKM Mamasa, alasannya, karena obat di PKM, dianggap kurang bekhasiat.

“Karenanya dokter meresep obat yang lebih berkhasiat dan bereaksi cepat di apotik diluar apotik PKM” aku Yusuf. (Jhein Septiyani/Fhatur Anjasmara)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat