Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Cerita Mereka Garda Terdepan Basmi Covid 19

Mamuju, Katinting.com – Covid-19 sudah hampir dua tahun melanda dunia yang membuat seluruh negara hapir lumpuh dan tidak bisa berbuat apa apa.

Indonesia pun juga mengalami wabah dan peyeberaan virus covid 19 yang begitu cepat. Sulawesi Barat merupakan provinsi ke 33 di Indonesia mengalami dampak yang sama meski tidak sebesar dengan provinsi – provinsi yang penduduknya padat seperti di Jakarta dan sekitar Jawa.

Meski demikian, garda terdepan pencegahan covid 19, seperti polisi, TNI dan dinas kesehatan tidak mengendorkan upayahnya agar masyarakat terlindungi dari ganasnya covid 19.

Dibalik itu banyak cerita unik saat melaksanakan tugas ditengah tengah masyarakat, mulai dari warga berlarian saat melihat mereka hingga ada yang harus jadi korban kekerasan warga lantaran takut kedatangan mereka.

Cerita pertama diungkapkan oleh Kepala Kepolisian Resort Kota Mamuju Kombes Pol Iskandar, ia mengatakan peranah diri berkunjung di salah satu pulau di mamuju yakni pulau karampuang untuk mengikuti sosialisasi dampak gempa, namun masyarakat di tempat tersebut tidak ingi keluar rumah bahka pergi menghindar setelah melihat aparat kepolisian berdatangan.

“Mereka mengira kami datang untuk melakukan vaksin ke masyarakat, sehingga mereka takut pada hal kami datang sosialisasi dampak gempa, itu yang tidak bisa saya lupa. Akhirnya saja menjelaskan kemereka tujuan kedatangan kami bersama dengan rimbongan Pemda Mamuju, kemudian mereka mengerti dan mulai rasa tidak takut,” ungkap Iskanda beberapa waktu lalu.

Ia juga mengatakan sosialisasi kepada masyarakat terkait covid 19 kadang sulit dan kadang mudah jika warga memahami bahaya covid 19 . sehingga perlu upaya pendekatan yang sangat hati hati kesetiap masyarakat agar mereka bisa mengerti.

“Saat inikan mulai proses vaksin di golongan masyarakat umum, kamipun mengalami kesulitan, terkadang ada masyarakat yang ketakutan akan evek samping yang ditimbukan vaksin, sehingga kami harus ekstra hati hati memberikan penjelasan agar mereka bisa sadar sediri betapa pentingnya vaksin,” ucapnya.

Sementara itu, cerita yang hampir sama juga diutarakan Komandan Kodim (Dandim) 1418 Mamuju, Kolonel Inf. Tri Aji Sartono saat melaksanakan tugas negara diluar perang. memenurutnya perna ia melaksanakan operasi bersama anggotanya terkait pengakan peraturan protokol kesehatan pencegahan covid 19, menggunakan maskar di beberapa jalan dalam Kota Mamuju, terkadang dia mendapatkan masyarakat yang sangat bandel dan tidak mau ikuti perintah.

“Saya pernah mendapatkan pengendara motor tidak menggunakan masker, sayapun memberikan masker secara gratis, pengguna motor itu saat di depan saya memakai masker itu, namun pada saat sudah pergi saya melihat dari jauh ia membuka masker itu dan membuangnya,” cerita Kolonel Inf. Tri Aji Sartono.

Dengan kondisi masyarakat yang sangat berangam ini, Kolonel Inf. Tri Aji Sartono mengatakan perlu hati yang sabar dan tulus untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pentingnya penerapa protokol kesehatan pencegahan covid 19.

Narasumber yang terakhir ini, lebih sangat memilukan kenjadian yang dia alami, Alamsyah Tamrin, merupakan tim inti sagtas covid 19 pemerintah kabupaten mamuju , yang juga menjabat sebagai kepala bidang pencegahan dan pengendalian penyakit dinas kesehatan mamuju. ia pernah mengalami kekerasan dari keluarga pasien covid 19 sehingga dirinya harus dilarikan ke rumah sakit.

“Saya pernah dipukul, saat menjemput salah seorang pasien covid 19 di rumhanya, karena ingin dilakukan karantina, baru berada di depan rumah pasien sempat terjadi penolakan dari keluarganya namun tiba tiba seorang keluarga pasien memukul bagian kepala saya sehingga saya jatuh dan dilarikan ke rumah sakit,” tutur Alamsyah Tamrin.

Peristiwa pemukulan tersebut tejadi pada tahun 2020 lalu dimana saat ini covid 19 baru pertama kalinya mewabah di kabupaten mamuju sehingga perlu kerja ekstra agar wabah tersebut tidak menyebar lebih luas.

Inilah segelitir cerita dari garda terdepan satgas covid 19 di Mamuju, masyarakat harus tetap waasda dan jangan lalai dalam penerapan protokol kesehatan karena covid 19 saat ini masih terus mewabah, sayangi keluarga dan masyarakat sekitar jangan biarkan kita di rawat di rumah sakit karena covid, lebih baik mencegah dari pada harus mengobati.

(Syarifuddin)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat