Bimtek Pengawasan Teknis Coklit yang dilaksanakan Bawaslu Mamuju Tengah. (Ist)
banner 728x90

Mamuju Tengah, Katinting.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Mamuju Tengah meningkatkan pengawasan pelaksanaan pemutakhiran data pemilih dengan mengerahkan seluruh stafnya untuk memantau kegiatan Coklit (Pencocokan dan Penelitian) di semua kecamatan.

Langkah ini bertujuan untuk memastikan hak pilih warga terjaga dan pelaksanaan Coklit berjalan sesuai prosedur yang ditetapkan oleh petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarli).

Sebelum diterjunkan, staf Bawaslu Kabupaten mendapatkan bimbingan teknis dari Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu Mamuju Tengah. Pelatihan ini dilakukan dengan metode diskusi mengenai potensi masalah yang mungkin muncul selama pelaksanaan Coklit, serta penjelasan mengenai tujuan pengawasan dan cara menyelesaikan potensi masalah tersebut.

“Kami tidak ingin terulang kembali seperti Pemilu 2024, di mana ada masyarakat yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dan dihapus namanya dari daftar pemilih karena kurang cermatnya proses Coklit yang dilakukan oleh petugas di lapangan,” ujar salah satu perwakilan Bawaslu Mamuju Tengah.

Bawaslu Mamuju Tengah juga telah melakukan pemetaan kerawanan Pilkada dengan mengacu pada Indeks Kerawanan Pemilu sebelumnya. Dalam pemetaan tersebut, ditemukan 11 indikator kerawanan, salah satunya adalah pemutakhiran data pemilih. Oleh karena itu, pengawasan terhadap proses ini harus lebih intensif.

Ketua Bawaslu Kabupaten Mamuju Tengah, Rahmat Muhammad, yang turut hadir dalam rapat dan bimbingan teknis, menjelaskan beberapa pengalaman dari Pemilu sebelumnya. Ia berharap tidak ada lagi kasus serupa di mana pemilih yang sebenarnya memenuhi syarat dinyatakan TMS.

“Bawaslu memiliki peran penting memastikan segala sesuatu yang dilakukan oleh Pantarli betul-betul sesuai mekanisme, tata cara, dan prosedur. Mengingat jumlah pengawas yang terbatas, kami perlu menurunkan staf Bawaslu Kabupaten untuk melakukan pengawasan secara langsung,” tegas Rahmat.

Dengan turunnya seluruh staf, diharapkan potensi pelanggaran dapat diminimalisir. Staf Bawaslu dapat langsung mengingatkan jika terjadi permasalahan di lapangan. Selain itu, pelaksanaan uji petik akan terus berlangsung untuk memastikan semua berjalan sesuai mekanisme yang ada. (*/Ed:Anhar)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here