Katinting.com, Bontang – Pemerintah Kota Bontang mengaku tak ingin mengulang luka lama. Koperasi yang dulu kerap jadi ladang bancakan segelintir orang, kini coba dibangkitkan kembali dalam wajah baru: Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP). Tapi kali ini, dengan sistem pengawasan ketat dan desain tata kelola yang lebih rapi.
Hal itu disampaikan langsung Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, saat dikonfirmasi, Sabtu (26/7/2025).
“Kita belajar dari sejarah. Banyak KUD yang dulu bubar karena dikelola tidak sehat. Pengurusnya ambil untung duluan, anggota cuma jadi penonton. Itu realita,” ujarnya.
Menurutnya, KKMP bukan sekadar rebranding dari koperasi lama. Pemerintah membangun ulang dari nol. Mulai dari pelatihan pengurus, pendampingan manajemen, hingga pengawasan yang melibatkan aparat penegak hukum.
“Kita sengaja libatkan TNI dan Polri bukan untuk bikin takut, tapi untuk menjaga kepercayaan. Kalau pengurus diawasi, mereka akan lebih disiplin. Anggota pun merasa aman,” jelasnya.
Berbeda dari masa lalu, KKMP mengusung semangat kolektif dan gotong royong. Dia menegaskan koperasi bukan bisnis personal.
“Kalau mindset-nya dagang sendiri, ya pasti gagal. Ini kerja bareng, untung bareng. Harus saling jaga,” imbuhnya.
Bontang merupakan daerah pertama di Kalimantan Timur yang telah merampungkan pengesahan badan hukum koperasi di seluruh kelurahan. Total 15 koperasi telah berdiri resmi dan aktif beroperasi.
Lebih jauh, wakil wali kota usungan Gerindra tersebut optimistis, KKMP bisa tumbuh menjadi model ekonomi rakyat modern. Ia berharap sistem yang telah dibangun ini bisa ditiru daerah lain.
“Koperasi ini bukan eksperimen. Ini langkah serius kami untuk memperkuat ekonomi dari bawah,” tegasnya.
Dari segi struktur, KKMP juga dirancang transparan. Pengurus diwajibkan menyampaikan laporan rutin, dan semua transaksi dicatat digital. Pemkot bahkan tengah menyiapkan sistem informasi koperasi terpadu agar publik bisa mengakses kinerja koperasi secara daring.
“Sekarang zamannya terbuka. Tidak bisa lagi pengurus tutupi-tutupi. Ini uang rakyat, harus dikelola seperti amanah,” pungkas dia. (Re)






