Katinting.com, Bontang – Pemerintah Kota Bontang terus mematangkan rencana pembangunan Sekolah Rakyat Terpadu melalui survei lapangan yang dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Agus Haris bersama tim dari Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, Selasa (5/8/2025).
Peninjauan dilakukan di atas lahan seluas ±8 hektar di Jalan Letjen Urip Sumoharjo, Kelurahan Bontang Lestari yang direncanakan menjadi kawasan pendidikan terpadu untuk jenjang SD hingga SMA. Turut mendampingi dalam kegiatan ini sejumlah perwakilan OPD terkait seperti Disdikbud, DPUPRK, Dinas Sosial-PM, Bapperida, dan Diskominfo.
“Kami turun langsung untuk memastikan kesiapan lokasi, aksesibilitas, batas lahan, dan kesesuaian dengan dokumen teknis yang sudah diajukan ke pusat,” ujar Agus Haris saat meninjau area lahan bersama tim teknis DPUPRK Bontang dan perencanaan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari proses verifikasi faktual terhadap proposal yang telah disampaikan Pemkot ke Kementerian Sosial. Survei ini penting untuk memastikan bahwa data yang tertuang dalam dokumen usulan sejalan dengan kondisi aktual di lapangan.
Tim gabungan juga memeriksa aspek tata ruang, potensi drainase, ketersediaan jaringan air dan listrik, serta konektivitas jalan menuju lokasi.
“Secara administratif sudah siap, sekarang fokus kami ke aspek teknis lapangan. Ini menjadi dasar penting sebelum tahap pematangan lahan dimulai,” timpal Kabid Tata Ruang dan Bangunan DPUPRK Bontang, Edi Suprapto.
Proposal pembangunan Sekolah Rakyat Bontang telah masuk tahap akhir verifikasi di tingkat pusat. Jika rekomendasi resmi dikeluarkan, Pemkot menyatakan siap memulai proses pematangan lahan yang diperkirakan memakan waktu sekitar tiga bulan.
Jika proses tersebut berjalan lancar, proyek ini berpeluang masuk dalam APBD Perubahan tahun anggaran 2025.
Lebih lanjut,Sekolah Rakyat dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu, sekolah ini bakal dilengkapi fasilitas penunjang seperti asrama, sarana ibadah lintas agama, ruang keterampilan, sanggar seni, fasilitas olahraga, serta layanan kesehatan.
Tujuannya bukan sekadar menyediakan ruang belajar, tetapi menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang siswa secara menyeluruh.
“Kami ingin membangun sistem pendidikan yang menjangkau semua kalangan. Lokasinya pun dirancang terbuka, terintegrasi, dan inklusif,” tutupnha Agus Haris. (Re)






