Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Tertinggi Kedua Nasional, BKKBN Sulbar Target 6 Persen Penurunan Angka Stunting Pertahun

Sekretaris BKKBN Sulbar, Rusdi Manoarfa. (Dok. Zulkifli)

Mamuju, Katinting.com – Sekretaris Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulbar, Rusdi Manoarfa menyampaikan Sulbar sampai saat ini berada di posisi kedua tertinggi kasus stunting secara nasional.

Hal itu berdasarkan data dari Kemenkes RI Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 menempatkan Sulbar berada di posisi kedua tertinggi prevalensi stunting secara nasional 33,8 persen atau sekitar 86 ribu anak.

Dengan masing-masing Kabupaten yakni, Kabupaten Majene 35,7 persen, Mamasa 33,7 persen, Pasangkayu 28,6 persen, Polewali Mandar 36 persen, Mamuju 30,3 persen dan Mamuju Tengah 26,3 persen.

Rusdi Manoarfa menuturkan, ditahun 2022 ini yang menjadi salah satu fokus utama BKKBN Sulbar yakni menurunkan angka itu melalui program bangga kencana dan penurunan stunting. Itu juga sesuai Perpres 72 tahun 2021 tentang penanganan stunting.

“Kita ditargetkan untuk turun 14 persen. Kalau target 5-7 persen pertahun, paling tidak tahun 2024 harus 24 persen,” kata Sekretaris BKKBN Sulbar, Rusdi Manoarfa saat menggelar konferensi pers dikantornya, Rabu (9/2/22) pagi tadi.

Dia mengungkapkan penanganan kasus stunting ini perlu mendapatkan perhatian khusus karena hal ini menyangkut masa depan anak bangsa.

“Bagaimana kita memiliki mengharapakan lebih bagus sedangkan angka stunting kita cukup tinggi,” sebutnya.

Rusdianto mengungkapkan, BKKBN bakal mengucurkan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar 27 miliar untuk enam Kabupaten di Sulbar.

“Ada penanganan stunting didalamnya juga (DAK 27 miliar). Mari ikut mengawal Anggraan itu agar betul-betul tepat sasaran. Insyaallah tahun ini bisa turun sampai 6 persen,” tutupnya.

(Zulkifli)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat