oleh

Presiden Jokowi Batal Hadiri HPN Kendari  

banner 728x90

Kendari, Katinting.com – Presiden Jokowi batal hadiri acara puncak HPN 2022 di Kendari, Sulawesi Tenggara yang berlangsung dari tanggal 7 hingga 9 Februari 2022.

Kabar ini terungkap dari seorang Paspampres saat ketemu media ini di salah satu rumah makan di Kota Palu, Sulawesi Tengah beberapa hari lalu.

Sesuai jadwal, sedianya Presiden Jokowi menghadiri bagian dari kegiatan puncak HPN yakni pelepasan liar hewan endemik anoa dan rusa di Taman Nasional Rawa Aopa bersama Menteri LHK, Selasa, 8 Februari 2022.

Meski presiden tak hadir langsung, namun acara bagi seluruh insan pers ini tetap berjalan lancar dan meriah.

Dengan tema “Sultra Jaya, Indonesia Maju”, selain pekerja media dari seluruh Indonesia, sejumlah menteri, gubernur dan bupati juga hadir serta duta besar negara-negara sahabat.

HPN Kendari tahun ini dilaksanakan secara langsung di tengah pandemi. Sebab, tahun lalu hanya virtual. Meski begitu, protokol kesehatan bagi para peserta tetap diperketat.

HPN yang diadakan tiap tahun, kata Ketua PWI Atal Sembiring Depari dalam sambutannya pada puncak HPN di pelataran Masjid Al-Alam (Teluk Kendari), merupakan ajang silaturrahim bagi kalangan pegiat media di Indonesia.

“HPN ini merupakan ajang silaturrahim, penyatuan semangat dan pemikiran agar pers tetap bisa hidup dan menghidupi diri sendri yang berguna bagi bangsa dan negara,” sambut Atal, Rabu, 9 Februari 2022.

Indonesia menurut Atal, ibarat tambang emas yang diperebutkan oleh raksasa digitalisasi global. Karena itu, media nasional harus mampu menempatkan diri dengan kemandirian untuk mengambil porsi digitalisasi global demi kepentingan nasional.

Para Dubes negara sahabat yang hadir pada puncak HPN Kendari

Keberadaan pers selama ini, bagi Gubernur Sultra, Ali Mazi, sangat strategis sebagai salah satu pilar pembangunan dan pilar keempar demokrasi.

“Sehingga menjadi suatu kebutuhan negara, pemerintah dan masyarakat. Sebab, berita yang dihasilkan dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi. Pers juga sangat penting memberikan masukan dan kritikan kepada pemerintah,” ucap Ali Mazi.

Sebagai mitra utama, pemberitaan pers terkait daya saing nasional dan daerah, lanjut Gubernur Sultra itu, dapat dijadikan rumusan bagi pemerintah, pemda, swasta dan masyarakat.

Pers adalah anak kandung ibu pertiwi dan saudara kandung dengan eksekutif, legislatif dan yudikatif dalam bingkai negara demokrasi. Itu dikatakan Ketua Dewan Pers, Muhammad Nuh.

“Kita ini keluarga besar, namaanya NKRI. Meski demikian, terkadang nasabnya sama, cuma nasibnya yang berbeda,” kata mantan Meteri Pendidikan dan Kominfo itu.

Sebab itu pula, ia meyakini antara anggota keluarga ini tak ada yang rela jika ada saudaranya yang sakit atau terlunta-lunta. Ia menyebut empat pilar ini menjadi satu kesatuan untuk membangun bangsa dan negara.

Olehanya, dalam waktu dekat antara Panglima TNI, Kapolri, Menteri PPA, BNPT dan lainnya akan dilakukan penandatanganana MoU (memorandum of understanding) bersama pers melebur menjadi satu bagian dari NKRI.

Salah satu kegiatan HPN 2022 di Hotel Claro Kendari, Sulawesi Tenggara

Sebagai penutup, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa pers selama pandemi tetal bekerja menyampaikan informasi dan meningkatkan literasi serta membangun optimisme sehingga masyarakat tetap tangguh menghadapi pandemi.

“Saya mengerti, selama dua tahun ini industri pers nasional mengalami tekanan yang sangat luar biasa hebat. Mengatasi tekanan pandemi, mengatasi akibat disrupsi digital, dan juga mengatasi tekanan dari berbagai platform raksasa asing yang menggerus potensi ekonomi dan media-media arus utama (mainstream),” kata Jokowi.

Perubahan derastis landscape persaingan media, lanjut Jokowi melahirkan persoalan yang pelik. Sebab, muncul berbagai sumber informasi alternatif semisal media sosial.

“Tumbuh suburnya tren media informasi yang semata mengejar klik atau view, banjirnya konten viral, masifnya informasi yang menyesatkan bahkan adu domba, sehingga menimbulkan kebingungan dan perpecahan,” lanjut Jokowi.

Di tengah tekanan ini, media nasional arus utama, Jokowi meminta agar mampu secepatnya bertransformasi dan inovatif meningkatkan tekhnologi untuk mengakselerasi pertumbuhan (informasi) yang sehat.

Arham Bustaman

 

 

Bagikan
banner 728x90

Komentar