Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Terdampak Banjir Genangan, Polres Mamuju Tengah Bantu Pangan Darurat Beras & Mie Instan

Kapolsek Tobadak Iptu Samsuddin saat menyalurkan bantuan dengan perahu karet, kepada warga terdampak bencana banjir di Desa Saloadak, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulbar. (dok Fhatur Anjasmara)

Mamuju Tengah, Katinting.com – Tidak kurang dari 10 Kepala Keluarga (KK) terdampak Banjir Genangan di Desa Saloadak atau Tobadak VII, Kecamatan Tobadak, Mamuju Tengah, mendapatkan distribusi pangan darurat bantuan bencana dari Polres Mamuju Tengah.

Penyaluran bantuan pangan darurat ini, dipimpin langsung oleh Kapolsek Tobadak Iptu Samsuddin beserta personilnya, mewakili Kapolres Mamuju Tengah.

Baca : Data Sementara 30 KK Terdampak Banjir di Saloadak, Kades Saloadak Ardi Priyanto : Ini belum data valid, karena air masih sangat dalam, sehingga kesulitan pendataan

Sebanyak 10 karung beras beserta 10 dos Mie Instan turut di distribusi personil Polsek Tobadak dibantu oleh personil BPBD Mamuju Tengah dan Baznas Mamuju Tengah, kepada warga yang terdampak banjir genangan, pada Senin (11/03).

Kapolsek Tobadak Iptu Samsuddin, menyampaikan penyaluran bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian Polres Mamuju Tengah beserta jajarannya, yang di koordinir langsung oleh Polsek Tobadak.

“Ini wujud nyata kepedulian kami, kepada warga yang menghadapi banjir di Desa saloadak, kami langsung bergerak ke lokasi bencana, menyalurkan bantuan pangan” ungkap Iptu Samsuddin.

Ia menuturkan bahwa saat penyaluran bantuan pangan berupa beras dan mie instan, ketinggian air sudah mengalami penurunan, dari sebelumnya mencapai leher orang dewasa, sudah surut hingga 75 centimeter.

“Kemarin menurut warga mencapai leher orang dewasa, dan hari ini menurut warga sudah surut sampai 75 centimeter” tutur Iptu Samsuddin.

Katanya, air yang menyebabkan banjir genangan di pemukiman warga Desa Saloadak, merupakan air kiriman dari wilayah ketinggian di sekitar pemukiman warga, termasuk dari wilayah Desa Sejati.

“Banjir di Desa Saloadak dipicu oleh kiriman air dari wilayah pegunungan sekitar, termasuk dari Desa Sejati atau Tobadak 8. Sebagian lainnya berasal dari sungai kecil yang tidak mampu menampung debit air, sehingga meluber dan merendam pemukiman warga, tapi sudah mulai surut” kata Iptu Samsuddin.

Ia menambahkan untuk penanganan lebih lanjut sedang menunggu hasil evaluasi tim BPBD Mamuju Tengah, melalui koordinasi intens.

“Kami tetap memantau dan komunikasi intens dengan para pihak terkhusus BPBD Mamuju Tengah, untuk penanganan lebih lanjut” pungkas Iptu Samsuddin. (**/Fhatur Anjasmara)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat