Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi melakukan peletakan batu pertama pembangunan kembali Masjid Agung Syuhada Mamuju.
banner 728x90

Mamuju, Ketinting.com – Pasca roboh akibat gempa yang mengguncang Kabupaten Mamuju dan Majene pada medio Januari 2021 lalu, Masjid Agung Syuhada Mamuju kembali dibangun.

Pengerjaan pembangunan salah satu ikon di Kabupaten Mamuju itu direncanakan selama 360 hari terhitung sejak pembongkaran puing-puing bangunan Masjid sejak 5 Oktober 2023 lalu, dan rencananya akan selesai pada 4 Oktober 2024 mendatang dengan desain baru, namun tetap mengadopsi model bangunan sebelumnya.

Pembangunan masjid yang berada di pusat Ibukota Mamuju itu menelan anggaran sebesar Rp82.178.966.000 dari APBN. Bangunannya diklaim tahan gempa bumi. Tiang pancang ditancapkan di sebanyak 124 titik dengan kedalaman yang bervariasi, mulai dari kedalaman 27 hingga 32 meter.

Kasatker Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (PPW) Sulbar, M Arief menuturkan, pembangunan kembali masjid termegah di Sulbar itu dilakukan dengan menyesuaikan wilayah Mamuju yang rawan mengalami gempa bumi. Dibuktikan dengan rencana penancapan tiang pancang beton di 124 titik.

“Desainnya, desain baru, tapi modelnya sama dengan bangunan sebelumnya. Pembangunannya kami menyesuaikan dengan wilayah Mamuju yang rawan gempa. Kalau tiang pancang sesuai rencana 124 titik kedalaman dari 27 sampai 32 meter,” kata Arief saat diwawancarai usai ground breaking rekonstruksi Masjid Agung Syuhada Mamuju, Kamis, 30 November 2023.

Sementara itu, Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi menyampaikan Masjid Agung Syuhada Mamuju merupakan salah satu bangunan yang sangat terdampak saat terjadi gempa bumi 6,2 magnitudo lalu.

Katanya, melalui ground breaking yang dilaksankan hari ini menjadi penanda akan dimulainya pengerjaan masjid yang menjadi kebanggaan masyarakat Mamuju dan Sulbar.

“Semoga pembangunannya berjalan dengan lancar, sehingga dapat segera digunakan kembali untuk menunjang aktivitas peribadatan masyarakat di Bumi Manakarra dan sekitarnya,” ujar Siti Sutinah.

Robohnya masjid dengan konsep Turki Usmani dan dilengkapi desain empat pilar yang berdiri kokoh di setiap sudutnya, kata Dia, menjadi kesedihan bagi seluruh warga Mamuju, khususnya yang tinggal di sekitar kota.

“Saya berharap pembangunan masjid kita ini bisa berjalan dengan lancar. Ini adalah bentuk komitmen dari pemerintah untuk bagaimana membangun kembali bangunan-bangunan yang terdampak gempa bumi,” pungkasnya.

(*)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here