Pasangkayu, Katinting.com – Hadir di Pakava, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, Ketua TP PKK Pasangkayu, Aulia Yaumil disambut Tari Pa’gellu (tari tradisional Toraja).
Itu merupakan bagian dari pelaksanaan penilaian perlombaan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM XX) dan Hari Kesatuan Gerak PKK (HKG 51).
“Kami datang ke sini full tim untuk melakukan penilaian. Tahun ini banyak inovasi dan program yang sementara dalam progres. Kegiatan kita nantinya menjadi paling meriah seluruh Sulbar,” sambut Aulia.
Ratusan orang berkumpul di aula Kantor Desa Pakava, Selasa, 11 Juli 2023 turut memeriahkan acara ini. Kebanyakan kaum ibu dari organisasi PKK, baik dari kabupaten hingga desa.
Usai memberikan sambutan, Aulia langsung bergegas menuju kebun sayur milik TP PKK desa di samping rumah kades Pakava.
Bahkan istri bupati Pasangkayu itu beserta rombongan langsung memetik hasil kebun tersebut sebagai ole-ole.
Acara Berlanjut ke Kalola dengan Sambutan Tari Rabbana
Usai kegiatan selama tiga jam, rombongan TP PKK Pasangkayu langsung bergegas menuju Kalola, Kecamatan Bambalamotu. Mereka disambut Tari Rabana (khas Mandar).

Di desa ini, Aulia kembali menekankan bahwa selain melakukan penilaian lomba, juga mengingatkan soal stunting.
Bagi dia, penanganan stunting itu gampang dilakukan jika punya kemauan. Dan utama, peran PKK desa dan dasawisma harus proaktif.
“Itu penanganan stunting gampang. Asalkan, kita punya tekad dan mau. Makanya, PKK harus aktif serta dasawisma. Kecuali kita malas, itu pasti sulit (menurunkan angka stunting),” papar Aulia.
Kepada para ibu PKK dan warga, dia juga mengimbau supaya memamfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayur-mayur demi konsumsi sehari-hari.
“Itu tujuannya ya ibu-ibu, agar kita menghemat pengeluaran belanja dapur. Lagian, kalau kita tanam sendiri itu lebih sehat,” imbuh dia.
Arham Bustaman






