
Mateng, Katinting.com – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah, memastikan kesiapan masyarakat menuju New Normal atau Tatanan Baru.
Salah satunya, dilakukan dengan cara sosialisasi sembari bagi bagi kebutuhan pokok kepada warga terdampak pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) disejumlah wilayah pedesaan.
Dan kegiatan tersebut dimulai secara simbolis oleh Bupati Mamuju Tengah, Aras Tammauni, didampingi Kepala Kantor Ketapang Mamuju Tengah, Saharuddinn Tinggi, Plt Kades Tabolang, Burhan dan kepala BPD Tabolang, Yusran di Dusun Tangkou, Desa Tabolamg, pada pelaksanaan Jumat hari ini (12/06) di Masjid Nurul Taqwa.
Usai pelaksanaan sholat Jumat berjamaah dengan menerapkan protokol kesehatan, Bupati Mamuju Tengah, Aras Tammauni, menyerahkan secara simbolis bantuan kebutuhan pokok, yang berisi beras 20 kilogram, minyak goreng, gula pasir, mie instan dengan total paket yang diserahkan sebanyak 92 paket.
Kepada Katinting.com, Kepala Kantor Ketapang Mamuju Tengah, Saharuddin Tinggi, menyampaiman bahwa pembagian paket kebutuhan pokok ini, akan dilakukan disemua desa di Mamuju Tengan, dan metode pembagian dilakukan dengan lebih awal melakukan verifikasi pada Kartu Keluarga dan NIK penerima, sehingga tepat sasaran.
Setelah pembagian paket kebutuhan pokok, yang dikoordinir oleh Kantor Ketapang Mamuju Tengah, Aras Tammauni, melakukan sosialisasi degan menyampaikan pesan, agar selama masa pendemi Covid-19 ini, dimasa kita memasuki New Normal, diharapkan selalu mengacu ada protokol kesehatan selama melaksanakan kegiatan dan aktivitas kesehariannya.
“Karenanya, Saya memesankan hal paling penting, selama kita memasuki masa New Normal atau Kenormalan Baru, agar selalu mencuci tangan, pakai masker, jaga jarak sebagaimana protokol kesehatan yang harus dilaksanakan” pesan Aras.
Ia juga mengingatkan para jamaah yang hadir dalam Jumat berjamaah, agar menghindari kerumunan denga tetap menjaga jarak.
“Sehingga dengan tetap mengedepankan dan mematuhi protokol kesehatan dimasa pandemi Covid-19, kita bersama sama bisa memutus mata rantai penularan Covid-19 di era New Normal ini,” pungkas Aras.
(Mahfudz)






