Mamuju, Katinting.com – Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Barat, Bujaeramy Hassan, mendampingi Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, menerima kunjungan manajemen Limes Renewable Energy yang diwakili oleh William Runturambi pada Selasa (21/7/2026).
Pertemuan berlangsung di ruang kerja Sekda Sulawesi Barat dan turut dihadiri oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP), Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup, serta Sekretaris Bapperida Sulawesi Barat.
Kunjungan ini membahas peluang investasi di sektor energi baru terbarukan (EBT) di Sulawesi Barat, sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat untuk membuka diri terhadap investasi yang masuk guna mengelola potensi energi di daerah, khususnya pembangkit listrik. Langkah ini sejalan dengan Panca Daya Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, yang menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur berkelanjutan dan pelestarian lingkungan hidup.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat sesuai dengan petunjuk Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka sangat terbuka dengan investasi yang masuk di Sulawesi Barat untuk mengelola potensi energi, khususnya pembangkit listrik. Ia menegaskan bahwa Pemprov Sulbar akan mengoptimalkan sesuai kewenangan daerah untuk mendorong investasi masuk ke Sulawesi Barat.
“Kami akan mengoptimalkan sesuai kewenangan daerah untuk mendorong investasi masuk ke daerah Sulbar. Kami memiliki 11 alur sungai besar yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan PLTA, PLTM, dan PLTMH, potensi PLTS yang besar karena Sulbar dekat dengan garis khatulistiwa, potensi PLTBayu/angin ada di Kabupaten Majene,” ujar Junda.
Sekda juga mengungkapkan bahwa sudah banyak perusahaan yang berminat mengelola potensi EBT di Sulawesi Barat yang mencapai 1.700 MW berupa PLTA, PLTM, dan Bayu. Minat investasi yang besar ini menunjukkan bahwa Sulawesi Barat memiliki daya tarik yang kuat bagi investor di sektor energi terbarukan.
William Runturambi selaku Business Development Director Limes Renewable Energy menyampaikan bahwa Limes berbasis di Italia dan fokus pada pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB). Perusahaan ini telah berinvestasi di sejumlah negara dan untuk kawasan Asia telah berinvestasi di Indonesia dan Vietnam dengan tenaga bayu. Dan untuk di Indonesia, Limes mulai investasi pada tahun 2023 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan membangun PLTS.
“Pengalaman dengan Pemda NTT membangun PLTS menunjukkan bahwa pemda akan memberikan manfaat ke daerah dengan pembangunan pembangkit listrik EBT/renewable energy. Keharusan daerah mendukung untuk net zero emission, pengelolaan EBT untuk ketahanan energi sesuai dengan fokus Presiden Prabowo, FDI untuk meningkatkan PDRB daerah, dan pemda dapat menerbitkan green bond untuk mendukung potensi pengelolaan EBT di daerah,” jelas William.
William juga memaparkan bahwa sesuai pengalaman, dibutuhkan setidaknya 1 MW membutuhkan lahan seluas 1,2 hektare. Saat ini Limes dan Kementerian ESDM telah memiliki Nota Kesepahaman (MoU) untuk mengelola pembangkit listrik, khususnya di Indonesia Timur. Dengan skema tersebut, Pemda menyiapkan lahan dan perusahaan membangun infrastruktur pembangkit listriknya.
Kepala Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Barat, Bujaeramy Hassan, menyampaikan bahwa untuk investasi pengelolaan PLTS, perusahaan dapat mengelola di Kabupaten Mamuju Tengah, khususnya di Bendungan Budong-Budong, serta di Kabupaten Polewali Mandar yang telah dimuat dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang baru.
Bendungan Budong-Budong yang berlokasi di Desa Salulekbo, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, memiliki potensi pembangkit listrik yang cukup besar melalui dua sumber energi, yaitu PLTS terapung dan PLTM. Untuk PLTS, dengan luas waduk mencapai 369 hektare, potensi kapasitas terpasangnya tercatat sebesar 73,83 MW dan telah masuk dalam RUPTL untuk pemanfaatan PLTS di waduk. Sementara itu, untuk PLTM/tenaga air, potensi kapasitasnya tercatat sebesar 1,63 MW yang memerlukan kajian lebih lanjut.
“Pengembangan potensi PLTS ini kami sarankan agar perusahaan dapat bermohon pembangunan PLTS Terapung di Bendungan Budong-Budong kepada Kementerian PU yang membangun bendungan. Selanjutnya, Kementerian ESDM akan menerbitkan surat penugasan kepada PLN untuk melakukan pembelian tenaga listrik dari pembangkit yang memanfaatkan bendungan milik negara tersebut,” jelas Bujaeramy.
Pertemuan ini menjadi langkah awal yang strategis dalam menjajaki kerja sama investasi EBT di Sulawesi Barat, sekaligus membuka peluang bagi daerah untuk mengoptimalkan potensi energi terbarukan yang melimpah. Dinas ESDM Sulbar berkomitmen untuk terus mendorong dan memfasilitasi investasi di sektor energi guna mewujudkan ketahanan energi dan mendukung target bauran energi nasional. Hal ini sejalan dengan Panca Daya Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, yang menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur, konektivitas, dan menjaga kelestarian lingkungan hidup, serta mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan. (*/FA)






