oleh

Telan 1,7 Miliar, Kapal Feri Mini Pemkab Mamuju Hanya Sekali Beroperasi dan Rusak

-Daerah, Mamuju-196 Dilihat
banner 728x90
Kondisi kapal Feri Mini di Pulau Ambo, Bala-Balakang. (Zulkifli)

Mamuju, Katinting.com – Kapal Feri Mini yang dianggarkan Pemerintah Kabupaten Mamuju, selama dua tahun yakni tahun 2017 dan tahun 2018 sudah setahun lebih tidak beroperasi. Dimana kondisinya tidak memungkinkan lagi beroperasi, dan kini karam di samping dermaga Pulau Ambo Kecamatan Bala-Balakang.

Diketahui, proyek Kapal Feri Mini ini ditender senilai Rp 1,7 miliar APBD Tahun 2017, dengan rancangan Kapasitas 35 orang. Proyek kapal dikerjakan sejak Juni 2017 dan tuntas 100 persen oleh CV. Cari Sahabat Kemudian kapal tersebut dilaunching Oktober 2017.

Pantauan Katinting.com, sejumlah bagian bodi kapal sudah lapuk oleh air laut. Bagian depan kapal sudah tidak berbentuk lagi karena bagian depan sudah hancur. Bagian dalam kapal, mesin terendam air saat pasang, plafon rusak, serta badan kapal patah.

Diketahui, kapal Feri Min itu diusulkan atas Pemerintah Desa Bala-Balakang dan Bala-Balakang Timur untuk mempermudah akses mereka. Namun nyatanya, Kapal Feri Mini baru sekali operasi, itupun uji coba, setelah itu terdampar dengan kondisi memperihatinkan.

Salah seorang warga Pulau Ambo Rahman (54) mengaku Kapal Feri Mini itu baru sekali dioperasikan dan tiba di Pulau Ambo, setelah itu tidak pernah lagi dioperasikan. “Itu pun dikawal sama kapal lain,” tuturnya.

Dia juga membeberkan beberapa kali pihak perhubungan datang melakukan perbaikian Kapal, namun sampai saat ini belum dapat dioperasikan.

“Ada itu datang selalu perbaiki, setengah matinya itu perhubungan kerja, berapa kali naperbaiki, sekarang itu ada lagi disini naperbaiki,” ungkapnya.

Kepala Desa Bala-Balakang Timur, Mahmud Idris menuturkan, masyarakatnya sangat mengharapkan Feri Mini tersebut sebagai alat untuk transportasi. Dia berharap jika memang tidak bisa lagi diperbaiki, paling tidak, ada penggantinya.

“Kita sama-sama merasakan bagaimana sulitnya kita untuk ke sini kalau tidak siap sarana transportasi. Nah tentu kalau kita sama-sama melihat (kondisi feri mini), ya harapan kami kalau ini tidak bisa digunakan, adalah pengganti dari itu. Itu harapan kami. Terlebih dari itu kami mohon maaf, kami tidak tahu bagaimana mekanismenya,” sebutnya, Jumat (5/6) lalu saat Jurnalis Katinting.com berada di Bala-balakang.

Kepala Desa Balabakang Kamaluddin mengaku, Kapal tersebut adalah usulan dua desa, yakni Balabakang dan Balabakang Timur. Dia pun belum mendapatkan kabar soal adanya Kapal dimaksud. “Belum ada sampai ke Popongan, saya tidak tahu bagaimana itu kapal, itu usulan kami dan dijanjikan bakal ada,” ungkapnya.

Bupati Mamuju Habsi Wahid mengaku sementara proses pemeliharaan atau perbaikan atas kondisi kapal saat ini. Dan mengaku Kapal itu berada di Pulau Balabakang. “Sementara dalam tahap pemeliharaan yah,” tutur Habsi Senin (8/6).

Ditanya soal anggaran pemeliharaan, Habsi mengaku pihaknya belum mengalokasikan anggaran pemeliharaan untuk tahun ini. “Untuk sementara belum,” tutupnya.

(Zulkifl)

Bagikan

Komentar