Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Sampah Menumpuk di Kota Mamasa, Petugas Kebersihan Mogok karena Belum Dibayar Selama 4 Bulan

Sampah menumpuk di Jalan Emy Saelan, Kelurahan Mamasa. (Dok. Saldi)

Mamasa, Katinting.com – Sampah kembali menumpuk di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Jalan Emy Saelan, Kelurahan Mamasa, Kecamatan Mamasa, Sulawesi Barat, Senin (7/10/).

Tumpukan sampah yang menggunung ini menimbulkan bau tidak sedap, sehingga mengganggu aktivitas warga dan pedagang di sekitar TPS tersebut.

Kami sangat terganggu dengan bau tidak sedap ini, dan sampahnya sudah lama tidak diangkut,” ujar Elis, salah seorang warga.

Elis juga menyebut bahwa lalat yang mengerumuni sampah menjadi masalah tambahan, terutama bagi para pedagang yang berjualan di sekitar area tersebut.

Elis mempertanyakan alasan di balik lambannya pengangkutan sampah, sementara iuran sampah tetap dibayar setiap bulan.

“Kami tetap membayar iuran, tetapi sampahnya tidak diangkut. Saya membayar Rp20.000 per bulan, dan beberapa pedagang besar bahkan lebih, tapi sampah tetap menumpuk,” ujarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mamasa, Welem, menjelaskan bahwa penumpukan sampah ini disebabkan oleh mogok kerja petugas kebersihan. Mogok ini terjadi karena gaji petugas kebersihan belum dibayarkan selama empat bulan, sejak Juni 2024.

“Petugas kebersihan mogok karena gaji mereka belum dibayar selama empat bulan, mulai dari bulan Juni hingga September,” ujar Welem melalui pesan WhatsApp.

Meskipun DLH sudah melakukan berbagai upaya untuk mencegah mogok kerja, petugas kebersihan tetap memilih berhenti bekerja karena kebutuhan mereka yang mendesak.

Terkait dengan iuran sampah, Welem menambahkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, pihaknya tidak lagi menarik iuran karena warga menolak membayar.

“Kami sudah tidak menagih lagi karena masyarakat menolak membayar,” ungkapnya.

Selain di Jalan Emy Saelan, penumpukan sampah juga terjadi di beberapa titik lain, seperti di depan Puskesmas Mamasa dan Sekolah Dasar (SD) 01 Mamasa.

Belum diketahui kapan sampah-sampah tersebut akan diangkut, mengingat petugas kebersihan masih dalam kondisi mogok kerja akibat gaji yang belum dibayarkan.

(Saldi)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat