Mamuju, Katinting.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sulawesi Barat memperingati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPS) dengan menggelar kegiatan edukasi kesehatan yang interaktif.
BACA JUGA: RSUD Sulbar Edukasi Masyarakat: Waspadai Bahaya Doomscrolling bagi Kesehatan Mental
Acara yang berlangsung di ruang tunggu pendaftaran pada Rabu (15/10) ini bertujuan mengingatkan masyarakat bahwa langkah sederhana seperti cuci tangan pakai sabun merupakan benteng pertama yang ampuh melawan berbagai penyakit infeksi.
Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Unit Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD Sulbar yang bekerjasama dengan Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI). Dalam acara tersebut, Iin Fitria Handayani, S.Kep.Ns., perwakilan dari Komite PPI, turun langsung memberikan penjelasan kepada pengunjung dan pasien yang hadir.
“Banyak yang belum menyadari bahwa tangan yang terlihat bersih belum tentu bebas dari kuman penyebab penyakit. Cuci tangan pakai sabun adalah investasi kesehatan termurah dan paling efektif,” ujar Iin Fitria dalam sesi edukasinya.
Diketahui, fakta singkat yang menarik, bahwa hanya 20 detik untuk perlindungan maksimal. Dengan mencuci tangan dengan sabun selama minimal 20 detik terbukti mampu membunuh sebagian besar kuman patogen penyebab penyakit menular, seperti diare, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dan berbagai infeksi lainnya.
Edukasi ini tidak hanya berisi teori, tetapi juga menekankan pada praktik langsung dan membangun kebiasaan. Tim PKRS dan PPI mengajak seluruh peserta untuk membiasakan diri mencuci tangan pada momen-momen kritis, yaitu:
- Sebelum makan dan menyiapkan makanan.
- Setelah dari toilet.
- Setelah batuk, bersin, atau menyentuh hidung.
- Setelah menyentuh benda di tempat umum.
Dengan slogan “Tangan Bersih, Hidup Lebih Sehat!”, acara ini diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku kecil yang membawa dampak besar bagi kesehatan masyarakat Sulawesi Barat. Langkah sederhana ini, jika dilakukan secara konsisten oleh semua orang, dapat menekan angka penularan penyakit dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat. (*)






