Mamuju, Katinting.com – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia, RSUD Provinsi Sulawesi Barat melalui Unit Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) menyelenggarakan edukasi publik tentang bahaya doomscrolling kebiasaan mengonsumsi informasi negatif secara berlebihan di media sosial.
BACA JUGA: Semangat Kebersamaan, RSUD Sulbar Gelar Family Gathering 2025 di Pantai Malauwa Mamuju
Kegiatan yang berlangsung di ruang tunggu pendaftaran RSUD Sulbar pada Selasa (14/10/2025) ini menghadirkan A. Budhy Rakhmat, M.Psi., Psikolog, sebagai pemateri.
Dalam sesi interaktif tersebut, Budhy Rakhmat menjelaskan dampak doomscrolling terhadap kesejahteraan psikologis.
“Kebiasaan terus-menerus menelusuri berita buruk dapat memicu kecemasan, stres, bahkan gangguan tidur. Penting bagi kita untuk menyadari batasan dalam mengakses informasi,” paparnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan pengunjung dan pasien yang antusias. Melalui diskusi dua arah, peserta diajak untuk mengenali tanda-tanda doomscrolling dan strategi menguranginya, seperti menetapkan batas waktu penggunaan media sosial serta menyaring konten yang dikonsumsi.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya peduli pada kesehatan fisik, tetapi juga menjaga kesehatan mental di era digital ini. Ruang tunggu rumah sakit kami transformasi menjadi ruang edukasi yang nyaman dan informatif,” ujar Koordinator PKRS RSUD Sulbar.
Acara ini merupakan bagian dari komitmen RSUD Sulbar dalam memberikan layanan kesehatan yang holistik mendukung visi Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wagub Salim S Mengga, menuju Sulbar Sehat.
Dengan ini diharapkan, masyarakat dapat lebih bijak menggunakan gawai dan bersama-sama menciptakan ruang digital yang sehat serta penuh harapan. (*)







